Opini

Puasa yang berbeda

Alhamdulillah, tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh saya bila pada puasa tahun ini dijalani di pulau seberang. Namun karena tuntutan profesi semua harus dijalani apa adanya.

Baru pada puasa kali ini, sama sekali dari awal hingga hari ke-17, saya tidak merasakan nikmatnya bersahur dan berbuka bersama kedua orang tua dan saudara kandung di Bogor. Semua rasa rindu hanya bisa diobati dengan melakukan percakapan jarak jauh via telepon seluler saja.

Satu-satunya kesempatan laiknya bersahur dan berbuka bersama keluarga, akhirnya saya rasakan juga ketika menyambangi salah seorang bibi yang berada di Kota Medan. Setidaknya, dengan bersahur dan berbuka bersama mereka, rasa rindu untuk berbuka bersama dengan keluarga di Bogor bisa terobati.

Kebanyakan berpuasa, termasuk sahur dan berbuka, dijalani di Multihousing tercinta yang dihuni oleh 9 orang lelaki lajang dari ragam daerah di Indonesia, mayoritas berasal dari perguruan tinggi USU, UI, UGM, serta UPI. Mulai sahur sampai berbuka dijalani bersama. Sekilas, saya teringat akan kehidupan kost mahasiswa. Mungkin karena semuanya lajang jadi agak merasa tidak asing lagi dengan keseharian yang dijalani di Multihousing ini.

#bahlias17082011 (Semoga Indonesia makin Jaya! Semoga diri ini bisa Bekerja Untuk Indonesia 🙂 )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s