Tags

Sumatra adalah nama sebuah pulau demikian pula dengan Jawa. Keduanya memiliki hampir kesamaan kondisi fisik dimana dari dataran rendah hingga dataran tinggi dimiliki. Yang membedakan paling hanya sekat budaya yang agak berbeda.

Fenomena menarik yang dapat ditemui mungkin di hampir seluruh Sumatra yaitu keberadaan orang Jawa. Hal ini dapat kita lihat dan buktikan sendiri ketika berkunjung ke daerah di Sumatra. Lazim kita temui orang-orang berkomunikasi dengan bahasa Jawa dalam kesehariannya sehingga mungkin agak sedikit mengherankan jika seharusnya yang terbayang oleh kita ketika berkunjung ke Sumatra kita mendengar logat penduduk yang cenderung ke-Batak-kan, ke-Padang-an, ke-Melayu-an, dan seterusnya pada faktanya yang didengar oleh kita yaitu penduduk yang berkomunikasi dengan bahasa ibunya (baca: Jawa).

Ada beberapa pandangan yang dapat kita temui dalam masyarakat. Sepengetahuan penulis, hampir tiap suku memiliki kecenderungannya untuk melakukan migrasi (baca: merantau). Sebagai contoh, dalam lingkungan tempat tinggal penulis di Bogor, terdapat suatu kecenderungan yang lazim (walau tidak seluruhnya) bahwasanya orang Sunda  hampir jarang ditemui yang melakukan migrasi. Makanya, kadang kita sering mendengar istilah yang berkembang di masyarakat bahwa langkahnya orang Sunda pendek namun langkahnya orang Jawa panjang. Pada faktanya, penulis mendapati bahwa memang benar kita dapat dengan mudahnya menemui orang Jawa di hampir seluruh daerah di Indonesia.

Bisa jadi kecenderungan untuk melakukan perpindahan ini didapat secara turun-temurun dari orang tuanya dengan cara pewarisan nilai dalam keluarga inti. Hal ini bisa dimaklumi karena pengaruh didikan keluarga inti pada seorang anak amat sangat berpengaruh. Bisa jadi jka orang tuanya adalah perantau bisa dipastikan si anak kelak akan menjadi seorang perantau juga (bisa iya dan tidak).

Namun bisa juga kecenderungan untuk berpindah atau tidaknya seseorang juga datang dari motif si orang tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Faktor ini tak bisa dipungkiri dan merupakan bagian dari insting manusia untuk bertahan hidup. Kasarnya mungkin bisa kita ambil dari istilah “survival of the fittest”.

Kesimpulan dari tulisan ini mungkin tidak menjawab dari judul tulisan yang berada di bagian paling atas. Intinya adalah, berpindah tidaknya seseorang pasti terkait dengan kebutuhan individu tersebut melakukan perpindahan untuk MEMENUHI kebutuhannya.

#seirumbiya280711