random

Kecil namun tak mengenakkan

BEBERAPA hari belakangan, saya dilanda penyakit yang nampak sepele namun sangat mengesalkan. Sepele karena memang ukurannya yang mungkil seperti melihat kawah di bulan dari bumi, juga mengesalkan karena sangat menganggu aktifitas paling enak sedunia, yaitu makan.

Sebenarnya amat sangat jarang saya terkena sariawan. Bahkan seingat saya sebelum menetap di Medan lah saya terakhir terkena sariawan. Itu pun biasanya saya sembuhkan dengan didiamkan, ditempel permen vitamin C atau menggunakan obat cina yang berbentuk bubuk berwarna oranye. Dari ketiga cara tersebut, hanya yang ditempeli vitamin C saja yang terasa perih.

Awalnya memang sariawan saya diamkan. Namun lama kelamaan cukup mengesalkan karena posisinya yang di bawah lidah. Posisi strategis untuk mengunyah makanan sambil melumurinya dengan saliva. Namun disitu pula saya merasakan penderitaan yang sangat ketika makan. Apalagi jika mengandung unsur pedas, lengkap sudah penderitaan makan saya.

Walaupun kondisi sariawan, saya tidak pernah untuk ‘puasa’. Sebisa mungkin asupan harus masuk untuk memenuhi kebutuhan aktifitas sehari-hari. Bahkan jika sedang dalam kondisi lapar yang liar, saya tidak peduli dengan sariawan. Buktinya baru saja kemarin saya makan dengan tambahan nasi hingga dua kali ukuran normal haha.

Setelah saya runut penyebab sariawan yang saya derita, saya baru ingat jika minggu lalu saya sempat makan chips jagung dengan ganasnya sehingga potongan-potongannya yang tajam secara tidak sadar menggesek organ bawah lidah yang akhirnya membuat saya menderita.

Lelah dengan penderitaan yang tiada kunjung akhir ini hehe, akhirnya menuruti juga nasihat untuk menggunakan obat yang sudah legendaris di jagad dunia persariawanan, yakni ajian pusaka Alboth*l. Alboth*l memang sudah sejak lama dikenal sebagai obat penyembuh sariawan yang membandel. Walaupun sudah tau dari zaman SD, saya tidak pernah mau mencobanya karena sering mendengar testimoni kawan saya yang tidak enak didengar IYKWIM haha.

Singkat cerita saya meberanikan diri untuk berikhtiar menggunakan Alboth*l. Selepas ishoma di mes kebun, saya pun menuju kamar mandi untuk mengoleskan Alboth*l di permukaan sariawan yang bandel ini. Alboth*l pun saya dapatkan dari tetangga mes yang baik hati sudi membantu saya untuk mengakhiri penderitaan ini.

Jreng-jreng, saya ambil cotton bud kemudian saya teteskan sekira 4 tetes ke ujung cotton bud. Taklama cairan Alboth*l pun meresap ke bagian cotton bud dan langsung berwarna kegelapan. Saya dekatkan wajah saya ke cermin dengan gagah berani, bibir bagian bawah pun saya buka sambil tak lupa memonyengkan lidah ke samping. Terlihat dua noktah putih laiknya kawah di permukaan bulan. Sejenak hati ini geram ingin menusuknya, namun tidak jadi karena akan terjadi hal-hal yang diluar kendali haha.

Ujung cotton bud pun semakin mendekat ke bagian sariawan. Tekad saya pun semakin bulat untuk menempelkan ujung cotton bud sesegera mungkin. Nyeesss, rasa sakit tak terperi pun saya rasakan tak sampai hitungan milisekon ketika ujung cotton menempel sariawan laknat tersebut.

Seketika saya pun berteriak sekencang-kencangnya (tapi dalam hati hehe), bahkan sempat mengucap sumpah serapah yang tak pantas didengar orang berpendidikan haha. Selama ujung cotton bud itu ditempelkan, selama itu pula saya merasakan sakit dan perih tak terperi.

Selain perih, efek samping lainnya yaitu kedua mata tak terasa berair karena sedih menahan perih yang sampai ke hati. Tak cukup mata, air liur saya pun mengalir dengan derasnya tak henti-henti. Saya jadi merasa seperti bulldog yang melihat sosis panggang hehe.

Setelah drama merasakan perih, mata berair dan ngences tanpa henti perlahan rasa perih pun hilang. Sejenak saya perhatikan kawah sariawan diliputi selubung putih yang mengelilingi lesi sariawan tersebut. Saya pun berkumur dan keajaiban pun terjadi. Rasa sakit sariawan pun spontan mereda. Bahkan saya kembali menyemil kacang koro dengan rasa perih yang masih ada tapi sudah jauh berkurang.

Akhirnya saya merasakan juga perihnya memakai Alboth*l dan memang perubahannya cukup spontan. Bahkan sudah tidak sabar menantikan sore nanti untuk mengolesnya kembali di permukaan sariawan untuk kembali merasakan perihnya ditempel Alboth*l haha.

 

 

Advertisements

6 thoughts on “Kecil namun tak mengenakkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s