Konflik Pix4D dan PostGIS

PIX4D MAPPER merupakan perangkat lunak pemetaan yang dikhususkan untuk mengolah foto udara dari mosaik foto menjadi orthophoto atau pemodelan tiga dimensi. Perangkat lunak ini merupakan salah satu yang paling sering saya gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan di kantor.

Continue reading “Konflik Pix4D dan PostGIS”

Koneksi Postgresql dan Postgis

Kehadiran program-program baru di jagat program basis kode terbuka menjadi salah satu hal yang menarik bagi saya. Program komersial yang sudah pasti tidak bisa dijangkau oleh kebanyakan pengguna komputer pada umumnya malah semakin membuat konsorsium program yang berbasis kode terbuka semakin menjamur bak cendawan di musim hujan. Salah dua dari program berbasis sumber kode terbuka yaitu Postgresql dan Postgis. Postgresql merupakan program basis data yang bila dipadankan dengan program komersial, contohnya yaitu program Microsoft SQLServer, Oracle, Informix, atau DB2. Sedangkan Postgis, yaitu sebuah program untuk meng-enable-kan fungsi spasial agar bisa disimpan pada basis data berbasis SQL. Sangat menarik. Jika dahulu (sampai sekarang masih juga sih) saya pernah berurusan dengan program komersial basis data MSSQL dan ArcGIS untuk penyimpanan geodatabase, sekarang saya tertarik juga untuk mencoba program dari sumber kode terbuka. Programnya yaitu Postgresql, Postgis, serta Quantum GIS. Semuanya gratis didapatkan dari situsnya. 😀 Walhasil jika dahulu saya sempat berkutat cukup lama ketika akan menyambungkan data MSSQL dengan ArcGIS, maka kasus yang sama saya dapatkan untuk mencoba menyambungkan program basis data Psql, Postgis, dan Qgis. Sebenarnya jika melihat dari tutorial langkah demi langkah yang bisa didapatkan dari Google, caranya sungguh simpel. Cukup diinstall seperti biasa untuk Psql diikuti Postgis sambil meng-enable-kan fungsi spasialnya. Rerata tutorial yang saya dapatkan hasilnya mulus sempurna.

Continue reading “Koneksi Postgresql dan Postgis”

GIS Software are everywhere

Maraknya pengembangan aplikasi pemetaan dan SIG berbasis sumber terbuka saat ini, sepertinya membuat SIG tidak spesial saja hanya untuk orang-orang yang memiliki latar belakang keilmuan ilmu kebumian. Bidang pertanian, perkebunan, pertambangan, industri, teknologi informasi, kesehatan, perdagangan, ekonomi, arkeologi, dan lain sebagainya memiliki kecenderungan memakai perangkat lunak SIG untuk menunjang analisis di bidangnya masing-masing.

asd

Perangkat lunak SIG paling mainstream saat ini diproduksi oleh ESRI. Namun, dikarenakan harga lisensi yang cukup mahal, banyak dari pengguna yang akhirnya beralih ke perangkat SIG berbasis sumber terbuka. Bahkan kemampuan perangkat lunak berbasis terbuka ini sudah bisa menyaingi perangkat SIG yang diproduksi oleh komersial. Mulai dari aplikasi desktop, ketersambungan dengan database yang juga berbasis sumber terbuka, hingga aplikasi WebGIS! Tak ada alasan untuk orang yang bergelut di bidang SIG saat ini untuk tidak bisa menggunakan perangkat SIG untuk menunjang pekerjaannya. Beberapa perangkat lunak SIG sumber terbuka yang saya ketahui diantaranya yaitu:

1. Quantum GIS : Salah satu aplikasi desktop SIG yang banyak digunakan saat ini.

2. ILWIS : Perangkat pengolah penginderaan jauh yang dikembangan ITC.

3. Map Window : Aplikasi SIG berbasis desktop legkap dengan programmer toolsnya juga.

4. GRASS GIS : Salah satu perangkat mumpuni untuk mengolah data remote sensing.

5. gvsig

6. Postgresql : Untuk penyimpanan basis data, postgresql bisa menjadi pilihan. Menunya kurang lebih sama dengan yang ada di SQL Server.

7. Mapserver : Perangkat lunak gratis untuk pengembangan aplikasi SIG berbasis web.

Sebenarnya jumlah perangkat yang gratis alias berbasis open source masih banyak. Hanya pada umumnya pengguna saat ini menggunakan perangkat di atas. Tidak menutup kemungkinan ke depannya akan bermunculan perangkat lunak SIG yang baru sehingga pada akhirnya seluruh aplikasi SIG yang ada berbasis open source.