GIS · Tips dan trik

Automatic Oil Palm Tree Counting

Palm tree counting – MARAKNYA penggunaan teknologi geospasial beberapa tahun belakangan ini di bidang perkebunan kelapa sawit membuat industri geospasial bergeliat. Mulai dari penggunaan perangkat lunak pemetaan yang komersial hingga open source, keberadaan konsultan pemetaan yang semakin menjamur, hingga penjualan pesawat nir awak yang semakin banyak digunakan bahkan tidak hanya untuk perkebunan namun juga untuk hobi.

Khusus di bidang perkebunan kelapa sawit, terjadi pergeseran penggunaan teknologi penginderaan jauh yang diaplikasikan dalam tataran operasionalnya. Era 90an mayoritas perkebunan masih menggunakan citra satelit beresolusi menengah seperti Landsat. Kemunculan satelit beresolusi spasial tinggi selanjutnya seperti Ikonos, SPOT, hingga GeoEye yang memiliki resolusi hingga 50 cm akhirnya menggantikan citra Landsat untuk inventarisasi lahan perkebunan.

Continue reading “Automatic Oil Palm Tree Counting”

Advertisements
Dibalik Lensa · random

Selamat datang

TULISAN ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya. Walaupun akan meninggalkan tahun 2016, saya tetap memberi judul selamat datang karena ada barang baru yang saya gunakan untuk jeprat jepret.

Proses untuk menjatuhkan pilihan pada kamera EOS M3 ini sebenarnya sudah dimulai sejak kerusakan kamera G15 saya bulan lalu. Diantara sekian banyak pertimbangan yang saya pakai yaitu budget, kepraktisan serta kualitas gambar yang baik untuk fotografi lanskap atau still.

Continue reading “Selamat datang”

Dibalik Lensa · Tulisan Bebas

Selamat tinggal

Retired. After serving his mater for 4 years
Retired. After serving his master for 4 years

DUA pekan terakhir ini cukup membuat ‘hidup’ saya resah dan gelisah. Apa pasal. Rupa-rupanya cuma karena kamera yang saya beli sekira empat tahun lalu. Kamera ini sangat bersejarah dan berkesan karena merupakan kamera pertama yang saya beli menggunakan jerih payah saya sebagai seorang pekerja yang mengharap upah tiap akhir bulan dari perusahaan.

Tak lama setelah kepulangan saya dari pelosok Putussibau, mendadak kamera menunjukkan gelagat yang tidak normal. Saya tidak bisa menghidupkan apalgi mematikan unit kamera tersebut. Namun selang beberapa hari tiba-tiba bisa dihidupkan dengan normal walaupun butuh usaha ekstra saking emosinya. Percuma, selang beberapa lama kamera kembali mati total alias matot.

Continue reading “Selamat tinggal”

Catatan Perjalanan · Dibalik Lensa

Mencicip kota khatulistiwa

TULISAN (gambar-gambar) kali ini saya persembahkan untuk kamera yang saat ini sedang dalam kondisi sekarat. Tepatnya setelah dibawa melakukan perjalanan Medan – Bogor – Pontianak – Putussibau dan sebaliknya.

Sebenarnya akhir pekan lalu sudah berencana akan dibawa untuk diservis saat kunjungan akhir pekan ke Medan. Sayangnya lupa dan kemungkinan baru akan diservis pada pekan-pekan berikutnya saja.

Continue reading “Mencicip kota khatulistiwa”

Catatan Perjalanan

Gunung Pusuk Buhit

Poesoek boehit

A post shared by Anggi Kusumawardani (@anggikoesoema) on

 

Prolog

GUNUNG Pusuk Buhit terletak di Kabupaten Toba Samosir. Gunung ini memiliki ketinggian 1.982 meter di atas permukaan laut. Bagi suku Batak, gunung ini merupakan gunung yang sangat disucikan karena menurut kepercayaan, leluhur pertama suku Batak, yakni Siraja Batak, dilahirkan dan menjadi leluhur suku Batak hingga saat ini.

Continue reading “Gunung Pusuk Buhit”

Catatan Perjalanan

Nias (bagian 4) – Bermalam di Gunungsitoli

Blue
The oldblue

MELANJUTKAN cerita sebelumnya (bisa dicek di sini), malam pertama di Gusit akhirnya akan kami habiskan dengan menginap di kota. Dengan pertimbangan lokasi yang berada di pinggir pantai serta kondisi rumah adat yang terkesan tradisional, maka kami putuskan untuk menginap di dalam lokasi museum pusaka.

Continue reading “Nias (bagian 4) – Bermalam di Gunungsitoli”

Catatan Perjalanan · Pariwisata

Nias (bagian 1)

Semenjak mengenal buku pintar karangan Iwan Gayo, saya jadi sedikit banyak tahu tentang pulau-pulau yang ada di Indonesia. Nias adalah salah satunya. Pulau yang berada di bagian Barat Sumatra ini sangat dikenal dengan tradisi lompat batunya. Bahkan pada pecahan uang seribuan, tradisi ini diabadikan dalam bentuk gambar di salah satu bagian lembaran uang tersebut.

Continue reading “Nias (bagian 1)”