Dibalik Lensa · Tips dan trik

Fotografi makro

laler

AKHIR-AKHIR ini memotret serangga jadi salah satu kegiatan favorit sepulang bekerja. Hanya tinggal berjalan lima langkah, semak-semak pinggir sawah pun menjadi tempat hunting favorit saya di sore hari.

Continue reading “Fotografi makro”

Advertisements
Dibalik Lensa · Tips dan trik

Review Lensa Canon EFM 22mm f/2

SUNTUK. Itu yang saya rasakan beberapa hari terakhir ketika membuka timeline media sosial seperti instagram dan twitter. Bahkan hampir semua media memberitakan dan menggiring opini pembaca terkait dengan kasus yang menjerat salah seorang petinggi ormas, pun yang ‘pro’ maupun yang ‘kontra’.

Daripada ikut terbawa arus energi negatif yang hilir mudik di timeline, malam ini saya putuskan membuat review abal-abal saja untuk lensa canon mirrorless EFM 22mm f/2.

Canon EFM 22mm f/2

Continue reading “Review Lensa Canon EFM 22mm f/2”

GIS · Inderaja · Tips dan trik

Export shapefile di Ecognition

TULISAN ini berhubungan dengan yang sebelumnya, yaitu cara perhitungan otomatis pohon sawit di program ecognition. Jadi setelah berhasil membuat deteksi pohon secara otomatis, tentunya mayoritas image interpreter akan mengkonversinya menjadi format yang umum digunakan misalnya shapefile format.

Nah langkah-langkah untuk konversi data hasil deteksi menjadi shapefile bisa disimak pada tutorial berikut:

Continue reading “Export shapefile di Ecognition”

GIS · Tips dan trik

Automatic Oil Palm Tree Counting

Palm tree counting – MARAKNYA penggunaan teknologi geospasial beberapa tahun belakangan ini di bidang perkebunan kelapa sawit membuat industri geospasial bergeliat. Mulai dari penggunaan perangkat lunak pemetaan yang komersial hingga open source, keberadaan konsultan pemetaan yang semakin menjamur, hingga penjualan pesawat nir awak yang semakin banyak digunakan bahkan tidak hanya untuk perkebunan namun juga untuk hobi.

Khusus di bidang perkebunan kelapa sawit, terjadi pergeseran penggunaan teknologi penginderaan jauh yang diaplikasikan dalam tataran operasionalnya. Era 90an mayoritas perkebunan masih menggunakan citra satelit beresolusi menengah seperti Landsat. Kemunculan satelit beresolusi spasial tinggi selanjutnya seperti Ikonos, SPOT, hingga GeoEye yang memiliki resolusi hingga 50 cm akhirnya menggantikan citra Landsat untuk inventarisasi lahan perkebunan.

Continue reading “Automatic Oil Palm Tree Counting”

GIS · Tips dan trik

Konversi koordinat data di ArcGIS

Berikut ini saya akan paparkan tahapan untuk melakukan konversi koordinat data dari yang berkoordinat geografis ke UTM (projected) atau sebaliknya. Program yang digunakan yaitu ArcGIS. Program ini bisa didapatkan dengan cara membelinya – tentunya dengan harga yang tinggi – atau menggunakan trialnya yang bisa digunakan selama dua bulan.

Untuk contoh shapefile bisa diunduh pada tautan ini. Data tersebut merupakan shapefile bangunan di sekitar Ci Liwung dalam bentuk polyline. Adapun sistem koordinat data tersebut dalam UTM (zona 48 S). nah, langkah-langkah untuk mengubah data tersebut ke dalam koordinat geografis (decimal degree) sebagai berikut:

Continue reading “Konversi koordinat data di ArcGIS”

Tips dan trik

Update Manual Firmware ASUS Zenfone 6

Beberapa pekan silam, ponsel saya mengalami masalah yang cukup serius. Ponsel tidak mau masuk ke menu utama walaupun sudah ditunggu berjam-jam lamanya sampai terasa panas. Sempat terpikir untuk membawanya ke tempat servis namun saya urungkan setelah berselancar di dunia maya.

Akhirnya saya putuskan untuk hard reset dan kembali ke mode awal saat ponsel baru dilahirkan alias reset to factory setting. Setelah melakukan hal tersebut, seluruh data pada ponsel raib. Sangat merepotkan ternyata karena saya tidak menyinkronkan dengan akun Google dan semacamnya.

Masalah kembali datang ternyata pada ponsel tersebut. Ponsel tidak bisa update firmware secara otomatis! Tambah pucing deh pala barbie. Setelah melakukan pertapaan selama tiga hari di dunia maya, menelusuri gang-gang sempit nan bertuah akhirnya mendapatkan pencerahan juga. Ada kemungkinan masalah memang terdapat pada kernel version yang ada pada ponsel saya. Tanpa ba-bi-bu langsung saya gas untuk mengunduh firmwares yang ada. Memang memakan waktu, namun cukup menyenangkan juga ternyata.

Langkah solutif ini saya dapatkan dari link berikut ini, mangga disanguan weh: LINK

 

 

GIS · Tips dan trik

Koneksi Postgresql dan Postgis

Kehadiran program-program baru di jagat program basis kode terbuka menjadi salah satu hal yang menarik bagi saya. Program komersial yang sudah pasti tidak bisa dijangkau oleh kebanyakan pengguna komputer pada umumnya malah semakin membuat konsorsium program yang berbasis kode terbuka semakin menjamur bak cendawan di musim hujan. Salah dua dari program berbasis sumber kode terbuka yaitu Postgresql dan Postgis. Postgresql merupakan program basis data yang bila dipadankan dengan program komersial, contohnya yaitu program Microsoft SQLServer, Oracle, Informix, atau DB2. Sedangkan Postgis, yaitu sebuah program untuk meng-enable-kan fungsi spasial agar bisa disimpan pada basis data berbasis SQL. Sangat menarik. Jika dahulu (sampai sekarang masih juga sih) saya pernah berurusan dengan program komersial basis data MSSQL dan ArcGIS untuk penyimpanan geodatabase, sekarang saya tertarik juga untuk mencoba program dari sumber kode terbuka. Programnya yaitu Postgresql, Postgis, serta Quantum GIS. Semuanya gratis didapatkan dari situsnya. 😀 Walhasil jika dahulu saya sempat berkutat cukup lama ketika akan menyambungkan data MSSQL dengan ArcGIS, maka kasus yang sama saya dapatkan untuk mencoba menyambungkan program basis data Psql, Postgis, dan Qgis. Sebenarnya jika melihat dari tutorial langkah demi langkah yang bisa didapatkan dari Google, caranya sungguh simpel. Cukup diinstall seperti biasa untuk Psql diikuti Postgis sambil meng-enable-kan fungsi spasialnya. Rerata tutorial yang saya dapatkan hasilnya mulus sempurna.

Continue reading “Koneksi Postgresql dan Postgis”

GIS · Tips dan trik

Composite Bands

Dalam melakukan pekerjaan, terkadang hal remeh sulit diingat kembali. Terutama ketika dalam keadaan rush hour. Contohnya saat akan melakukan penggabungan bands suatu citra satelit multikanal.

Seharusnya pekerjaan tersebut adalah hal yang mudah. Namun karena kondisi lingkungan kerja serta kepanikan si penafsir citra saat rush hour, seluruh teknik yang dikuasai bisa sirna dalam sekejap.

Untuk itulah saya posting hal tersebut di sini agar tidak mudah lupa dalam melakukan teknik komposit tersebut. Pada awalnya saya terbiasa menggabungkan citra multikanal pada program ErMappe*. Namun karena tidak berjalan pada laptop berplatform 64-bit, maka saya menggunakan program SIG yang populer seperti ArcMa*.

Tools
Tool untuk komposit kanal

Untuk menjalankan perintah penggabungan komposit agar terlebih dahulu membuka ToolBox kemudian urutan lokasi toolnya yaitu di ArcToolBox – Data Management Tools – Raster – Raster Processing – Composite Bands. Eksekusi tool tersebut, kemudian akan muncul jendela eksekusinya. Masukkan satu persatu kanal yang akan dikompositkan (sebaiknya secara berurutan dari kanal 1,2,3 dst). Tentukan juga folder luarannya sesuai yang diinginkan. Saya biasanya membuat hasil komposit tersimpan dalam sebuah geodatabase. Jika sudah sesuai pengaturannya, klik OK. Voila! Selamat bereksperimen dengan citra komposit tersebut.

GIS · Tips dan trik

Differential GPS

Sistem pemetaan navigasi global semakin canggih. Hal ini dibuktikan dengan akurasi hasil survey yang semakin tinggi hingga menembus level sentimeter! Tentunya hal ini akan sangat menguntungkan dalam dunia persurveyan. Hanya saja untuk di Indonesia bergantung dengan tipe alat penerima sinyal GPS. Alat penerima sinyal GPS tipe geodetik tentunya memiliki akurasi lebih tinggi dibandingkan yang bertipe navigasi (handheld). Hal ini berbeda dengan di wilayah Amerika atau Jepang dimana alat penerima sinyal GPS tipe navigasi sudah bisa menerima koreksi SBAS.

Metode penentuan posisi menggunakan sinyal GPS terdiri dari dua jenis yaitu tipe absolut dan relatif. Nah yang dibicarakan dalam tulisan ini yaitu tipe relatif yang bisa kita lakukan dengan gratis. Penentuan posisi relatif ini lazim juga disebut metode diferensial.

Di Indonesia, sistem koreksi diferensial sudah dimudahkan dengan adanya sistem InaCORS yang merupakan kepanjangan dari Indonesia Continously Operating Refference System. Sistem ini merupakan rangkaian jejaring base station yang merupakan referensi pengukuran bidang di permukaan bumi. Seluruh data yang terekam di masing-masing base station ini bisa digunakan untuk mengoreksi hasil survey menggunakan alat penerima sinyal GPS bertipe geodetik seperti Trimble, Leica, Topcon, Magellan, dan sebagainya. Adapun institusi yang menginisiasi dan mengoperasionalkan sistem ini digawangi oleh Badan Informasi Geospasial.

asdf
Sebaran base station CORS di Indonesia. (Sumber : http://inacors.big.go.id)

Open Data

Apakah kita bisa mengakses data tersebut? Tentu bisa dan gratis. Sistem ini tentunya merupakan sumbangan pajak-pajak kita yang sudah pasti kita pun berhak menikmatinya. Jika ingin mengakses dan menggunakan data base station tersebut pastikan kita sudah memiliki akun di link berikut http://inacors.big.go.id. Selain itu pastikan data yang akan kita olah merupakan luaran dari hasil survey menggunakan alat penerima sinyal GPS bertipe geodetik seperti produk Trimble, Leica, Topcon, Magellan, dan sebagainya. Bagaimana cara mengolah datanya? Kita tentunya harus memiliki perangkat lunak pengolah data post correctionnya seperti Pathfinder Office (produk Trimble).

Adapun tahapan untuk mengakses data base station tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Buat akun pada link inacors kemudian log in menggunakan akun yang sudah dibuat. Pilih Rinex job service – Create new job, kemudian isikan tanggal pengukuran kita saat di lapangan.

Step 1
Step 1

2. Isikan jam pengukuran atau observasi saat ini kita melakukan pegukuran di lapangan. Agar lebih aman dilebihkan saja jam observasinya.

Step 2
Step 2

3. Isikan form seperti tampak pada gambar di bawah. Untuk select site pastikan lokasi base stationnya yang paling dekat dengan lokasi survey yang kita lakukan. Sebagai informasi, rerata jangkauan base station hanya berjarak kurang lebih pada radius 30 kilometer saja. Menurut saya yang paling beruntung yaitu lokasi pengukuran di Pulau Jawa. Base station yang ada tampak tersebar merata. Tentunya pilihan menggunakan base station akan lebih bebas dan bisa lebih akurat hasilnya. Saya biasa menggunakan data base station dari Sabang mengingat stasiun CORS terdekat dari Medan adalah Sabang. Namun, saya hanya menggunakan hasil koreksi sebagai pembanding saja.

Step 3
Step 3

4. Cek ulang inquiry yang sudah kita buat dan klik submit.

as
Step 4

5. Proses permintaan data tidak memakan waktu lama. Lima menit setelah klik submit hampir pasti data akan sudah selesai diolah sistem. Caranya yaitu dengan klik result. Isikan rentang waktu pengukuran atau observasi kemudian klik next. Akan tampak hasil olahan data yang siap diunduh.

as
Step 5. Voila!

Setelah melakukan pengunduhan data selanjutnya tinggal melakukan pengolahan data post correction. Tahap ini bisa menggunakan perangkat lunak pengolahan data yang biasa digunakan seperti Pathfinder Office (gunakan menu Differential Correction dan arahkan base filenya pada hasil ekstrak data yang sudah kita unduh. Selamat mencoba!

Tips dan trik

Programming Visual Basic 2010

Sekarang adalah zaman serba cepat. Cepat mendapat informasi. Tidak ada lagi alasan untuk tidak tahu sesuatu yang ada di bumi ini termasuk programming. Programming bagi saya adalah sesuatu yang agak asing. Walaupun sewaktu SMA pernah seuprit belajar dasar coding bahasa visual basic (vb).

Iseng-iseng belajar otodidak akhirnya sedikit banyak saya tahu frame dasar yang digunakan untuk membuat suatu program. Hasilnya berupa program sederhana yang sudah saya compile ke dalam bentuk aplikasi (exe). Aplikasinya berupa program sangat sederhana yang terdiri dari pembaca tanggal hari ini, selamat datang, dan penghitung jumlah karakter. Aplikasinya bisa diunduh di sini ya.

Adapun untuk membuat aplikasi ini saya menggunakan Microsoft Visual Basic 2010 Express yang bisa diunduh secara gratis. Nah, jika mau membuat aplikasi semacam ini bisa membuat form pada project di lembar kerja berbentuk seperti di bawah ini.

Interface program
Interface program

Selanjutnya coding script-nya bisa diisikan sebagai berikut:

Public Class Aplikasi_Penghitung_Jumlah_Karakter

Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click

‘Declare variable
Dim strResults As String

‘Get the text from the TextBox1
strResults = TextBox1.Text
‘Display the length of the string
MessageBox.Show(strResults.Length.ToString & ” Karakter Huruf”, _
“Hasil”)

End Sub

Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click

Me.Close()

End Sub

Private Sub Button3_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button3.Click

MessageBox.Show(“Hello, ” & TextBox2.Text & _
” ! Selamat Datang dan Salam Super Sukses! “, _
“Hello User Message”)

End Sub

Private Sub Button4_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button4.Click

‘Declare variable
Dim dteResults As Date
‘Get the current date and time
dteResults = Now
‘Display the results
MessageBox.Show(dteResults.ToString, “Tanggal Hari ini”)

End Sub
End Class

Perhatikan atribut tombol (button) yang tampak pada gambar aplikasi dengan yang tertulis pada script di atas ya.

Selamat belajar.