Download data INACORS untuk keperluan post-processing

SEKITAR enam tahun yang lalu saya pernah menulis tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan data CORS yang dikelola oleh BIG untuk keperluan koreksi pengukuran data lewat GPS receiver. Tulisan tersebut bisa dilihat di link ini. Selanjutnya saya tidak ingat persis akhirnya cara tersebut tidak bisa digunakan lagi.

Continue reading “Download data INACORS untuk keperluan post-processing”

Membuat urutan nomor ID pada atribut polygon di ArcMap

UNTUK menambahkan atribut yang berurutan pada polygon, biasanya kita mengacu pada OID yang otomatis dibuatkan urutannya oleh software. Namun ada suatu kasus misalnya polygon sudah diedit sehingga urutan OIDnya tidak berurutan lagi namun kita menginginkan nomor ID baru yang berurutan untuk kerapihan data.

OID sudah tidak berurutan
Continue reading “Membuat urutan nomor ID pada atribut polygon di ArcMap”

Membuat multi label di arcmap

Tak jarang saat dalam melakukan pekerjaan di Arcmap, kita perlu menampilkan label. Label penting untuk memberi informasi ke pembaca peta apa isi atribut dari fitur tertentu.

Umumnya label yang ditampilkan biasanya hanya satu label, namun tak jarang kita memerlukan untuk menampilkan lebih dari satu informasi pada fitur tersebut. Misalnya ada informasi polygon desa yang berisi atribut seperti di bawah ini.

Continue reading “Membuat multi label di arcmap”

Export multi mxd ke pdf di arcmap

Dalam mengerjakan suatu project menggunakan ArcMap dengan banyak file mxd tentunya akan memakan waktu lama jika harus mengexportnya ke format pdf satu per satu. Dengan menggunakan script phyton akan sangat memudahkan untuk menyelesaikannya secara praktis.

Dengan menggunakan script phyton di bawah ini, maka tanpa perlu sibuk membuka masing-masing mxd, file pdf akan terexport secara otomatis.

Continue reading “Export multi mxd ke pdf di arcmap”

Google Earth Engine – Solusi olah data citra satelit praktis dan gratis

Akses pengguna data spasial terhadap big data (dalam tulisan ini citra satelit) sekarang ini bisa dibilang sangat terbuka. Asal memiliki jaringan internet dan laptop (atau bahkan perangkat handphone), kita bisa mengakses, mengolah, analisis hingga penyajian data sesuai area yang diinginkan. Praktis dan gratis!

Continue reading “Google Earth Engine – Solusi olah data citra satelit praktis dan gratis”

Add mdb data ke QGIS 3.x

QUANTUM GIS (QGIS) adalah satu software pengolah data spasial yang belakangan ini cukup populer karena banyak digunakan dalam pemetaan partisipatif oleh NGO di berbagai belahan dunia. Selain itu karena merupakah software tak berbayar, semakin banyak user yang menggunakan QGIS untuk memudahkan pekerjaan mereka.

qgis1

Mayoritas format data vektor yang digunakan untuk mengolah data spasial yaitu shapefile (.shp). Format data yang dikenalkan oleh ESRI ini memang sangat populer sejak kemunculannya pertama kali karena hampir semua software GIS bisa membaca format ini. Belakangan muncul format lebih mutakhir dari shp yaitu mdb (personal geodatabase) dan gdb (file geodatabase) yang bisa sekaligus menyimpan data vektor berikut unsur tambahan lainnya seperti topologi, relationship class, penyimpanan data raster, toolbox hingga behaviour rules nya.

Continue reading “Add mdb data ke QGIS 3.x”

Membuat jari-jari dari polygon lingkaran

Cara paling mudah membuat lingkaran pada program ArcGIS adalah dengan membuat fitur point kemudian menjalankan Geoprocessing buffer dengan terlebih dahulu menentukan berapa jari-jari (radius) yang dinginkan dalam satuan jarak, misalnya meter.

Namun, bagaimana jika terjadi sebaliknya? Kita sudah membuat atau memiliki polygon lingkaran dan diharuskan untuk membuat polyline radius lingkaran tersebut. Jika hanya satu lingkaran tentu tak menjadi soal. Yang menjadi masalah yaitu jika kita memiliki ratusan atau ribuan polygon lingkaran. Tentu akan menghabiskan waktu lama jika dilakukan secara manual satu-persatu.

Biru = Polygon lingkaran; Merah = radius

Continue reading “Membuat jari-jari dari polygon lingkaran”

Export shapefile di Ecognition

TULISAN ini berhubungan dengan yang sebelumnya, yaitu cara perhitungan otomatis pohon sawit di program ecognition. Jadi setelah berhasil membuat deteksi pohon secara otomatis, tentunya mayoritas image interpreter akan mengkonversinya menjadi format yang umum digunakan misalnya shapefile format.

Nah langkah-langkah untuk konversi data hasil deteksi menjadi shapefile bisa disimak pada tutorial berikut:

Continue reading “Export shapefile di Ecognition”