HARI Kamis siang itu kami masih mengobrol saat makan siang. Topik pembicaraan seputar reboundnya IHSG sejak awal pandemi. Masing-masing kami menanyakan emiten mana yang memberikan profit besar. Sampai-sampai berkelakar bahwa kapan akan terjadi longsor indeks kembali karena sudah bersiap-siap untuk all in kembali haha. Ah, pembicaraan yang menarik.

Senin pagi jam sembilan adalah waktu istirahat pagi. Tumben-tumbennya Beliau ikut sarapan bersama kami berempat. Beliau mengeluh selama beberapa hari terakhir asam lambungnya naik. Makanya lebih banyak bekerja dari mes.

Obrolan ringan pagi itu seputar asam lambung. Masing-masing kami menceritakan pengalaman menyembuhkan asam lambung tersebut. Belakangan saya ketahui rupanya Beliau pun sudah mengonsumsi obat dari klinik.

Sore hari saat bergegas pulang, sempat saya lihat Beliau sedang menikmati kudapan sorenya menghadap sawah. Tak ingin mengganggu, saya langsung keluar mes untuk memanaskan mesin sepeda motor. Tak lama Beliau berjalan menuju kamarnya dan melihat saya, dan menanyakan apakah akan pulang ke rumah dengan teriakan khasnya. Saya mengiyakan dan menjawabnya dengan teriakan juga.

“Hati-hati di jalan!” Sahutnya kemudian. Sambil berteriak dengan gaya khasnya.

“Yoooo!” Saya jawab dengan balik berteriak.

Rupanya itu lah kata-kata terakhir yang saya dengar dari Beliau. Keesokan paginya Beliau dipanggil menghadap Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan.

Semua shock bahkan tidak percaya. Kemarin yang Beliau masih terlihat sehat, bahkan mengobrol-ngobrol sambil berkelakar dengan gaya khasnya ternyata harus pergi lebih cepat.

Banyak kenangan saya dengan Beliau baik di tempat kerja saat ini maupun sebelumnya. Biasanya kami kerja bareng dalam rangka survey lahan. Seringnya di Kalimantan, mulai dari pelosok Aceh Tamiang, Kutai Barat, Berau hingga Putussibau. Selama dinas biasanya saya diajak mengobrol tentang kehidupan, agama, eksistensi manusia, cara mengelola aset hingga mikro dan makroekonomi.

Semua yang pernah berinteraksi dengan Beliau merasa kehilangan. Sekarang, mes dan kantor terasa lebih sunyi.

Semoga Allah menerima seluruh amal baiknya, mengampuni segala dosanya dan menempatkan di tempat terbaik disisi-Nya. Insya Allah, husnul khotimah. Aamiin. Al Fatihah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s