Sakura

MASYARAKAT Jepang memiliki tradisi tahunan untuk menandai kebahagian munculnya musim semi dengan cara menikmati mekarnya bunga sakura atau bunga lainnya seperti persik alias peach alias momo. Dalam bahasa Jepang disebut hanami. Tradisi ini merupakan perayaan penuh suka cita setelah selama tiga bulan diselimuti dinginnya salju musim dingin dengan warna dominan monoton putih atau hitam saja.

Masyarakat Jepang sendiri biasa melakukan hanami alias piknik-piknik cantik di taman bersama dengan keluarga, kolega kantor, teman sepermainan, orang-orang terkasih atau juga komunitas-komunitas. Kegiatannya simpel dan menyenangkan sebenarnya jika saya lihat. Mereka menggelar tikar di bawah pohon sakura kemudian sambil menyantap kudapan atau makanan besar tidak ketinggalan juga sake. Suasanya segar dan menyenangkan karena kita akan melihat senyum dan tawa di mana-mana. Bisa dibilang hanami ini adalah tafakur alamnya warga Jepang.

Bermekaran

Waktu untuk hanami ada kemungkinan bergeser setiap tahunnya mengikuti mekarnya bunga sakura. Namun secara umum puncak mekarnya sakura biasanya terjadi pada akhir Maret sampai awal April. Pas dengan kunjungan saya dan istri tercinta ke sana. Untuk Jepang bagian Utara tentunya memiliki waktu mekar yang berbeda dengan bagian Selatan/Baratnya. Untuk lebih lengkap jadwal mekarnya sakura bisa dilihat pada link ini atau ini.

Winter sonata edition lengkap dengan para pesepedanya.

Pelesiran kami ke Jepang kebetulan sekali bertepatan dengan puncaknya mekar sakura karena ternyata lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan. Alhamdulillah ya. Jadi ketika pagi pertama di Jepang kami dalam perjalanan kereta bandara menuju Osaka, pohon-pohon sakura sudah menampakkan pesona warna putih atau merah mudanya yang menutupi hampir ke seluruh cabang pohonnya. Masya Allah. すごい ! Meleleh ku melihatnya.

Sakura path

Hanami ala kami sendiri berlangsung di hari kedua tiba di Osaka. Lokasi yang dipilih yaitu Sakuranomiya yang berdekatan dengan stasiun JR Sakuranomiya juga. Lokasi ini cantik dibelah oleh sungai. Jadi di kanan dan kiri sungai, pohon-pohon cherry berdiri dengan anggunnya memamerkan bunga-bunganya yang kebanyakan berwarna putih. Sebagian pohon ada yang berwarna merah muda atau merah keunguan. Cantik, anggun dan jelita semuanya. Apalagi ketika angin berhembus, wuuussshhh serentak keping bunga-bunganya rontok bertaburan melewat wajah-wajah kami. Persis seperti adegan di film-film drama Jepang atau Korea mungkin ya. Amboi.

Sakura di sekitar Osaka Castle
Bela-belain membeli salad untuk memenuhi kebutuhan serat harian

Berbeda dengan kebanyakan masyarakat yang hanami, kami tidak membawa tikar. Repot dan tidak memungkinkan. Jadi kami mencari spot-spot seperti di bangku-bangku taman yang belum diokupasi oleh pengunjung lainnya. Untuk makanan, tidak lupa kami membawa makanan andalan kami selama di Jepang yaitu nasi kepal (onigiri), rendang buatan ibu mertua serta salad yang dibeli di konbini terdekat. Namun di lokasi berhanami Osaka Castle, kami sempat juga mencoba takoyaki serta semacam kue dorayaki tapi kecil (entah namanya apa, ada gambar hamsternya).

Ini kue hamster

Aktivitas selama hanami buat kami tentu saja berfoto-foto. Saya adalah tukang foto istri selama hanami di sana. Berbagai posenya saya foto, mungkin lebih dari sepuluh juta gambar sudah saya ambil untuk istri saya hehe. Selain berfoto tentu saja bercengkrama. Bercengkrama dengan orang tersayang saat hanami memang pas suasananya. Sesekali melihat wajahnya, sesekali melihat sakura :p.

Satu hal yang saya perhatikan jika ada yang ingin hanami ke Jepang yaitu pergilah ke toilet dahulu sebelum berhanami. Mengapa? Karena banyak orang juga yang mengantri ke toilet lho. Sebaiknya bereskan hajat dahulu baru kemudian menikmati indahnya bunga sakura di taman-taman sambil duduk-duduk atau berjalan pelan seperti kecepatan jalan putri raja.

 

 

2 thoughts on “Hanami (Japantrip#3)

  1. cantik banget bunga😍😍
    *dicatat: sebelum hanami, ke toilet dulu.

    thanks for sharing mas Anggik, ditunggu cerita selanjutnya 😆😆

    btw enak yaa punya suami, ada fotografer yang siap sedia 😅😅

    1. haha iya Quree, kudu ke toilet biar tenang pas hanamiannya… mau foto 1 milyar kali pun diladenin Quree kalo buat istri hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s