Review sepatu trail run Asics gel sonoma 2

Asics gel sonoma 2 – front side

LAMA sudah tak menyentuh blog ini. Banyak terlihat sawang di sudut-sudut ruangan blog yang perlu dibersihkan dengan sapu ijuk bergagang panjang.

Berhubung sedang tidak ada kerjaan, terlintaslah akhirnya untuk melakukan review sepatu yang sehari-hari saya gunakan baik untuk bekerja, olahraga bahkan hang out dalam satu tahun terakhir ini. Sengaja baru direview sekarang karena kalau pakainya baru satu bulan, suka duka dalam melihat performanya kan ngga terlalu terlihat banget.

Sedikit bercerita latar belakang membeli sepatu ini yaitu bersamaan dengan pindahnya kantor dari tengah kota Medan menuju site kebun di Deli Serdang. Jika selama di Medan saya rutin melakukan lari pagi setidaknya dua kali dalam seminggu, maka saya pun berniat untuk melanjutkan kebiasaan baik tersebut setelah pndah ke site. Nah, berhubung kondisi medannya sudah pasti berbeda, di mana rute lari saya tidak ada aspal sama sekali, maka sudah kecil kemungkinannya saya akan melanjutkan memakai sepatu lari untuk lintasan aspal. Dicarilah sepatu lari dengan peruntukan medan yang setidaknya semi trail atau sekalian trail run.

Asics gel sonoma 2 – rear side
Asics gel sonoma 2 – outsole

 

 

Asics gel sonoma 2 – outsole, midsole, upper close up
Asics gel sonoma 2
Asics gel sonoma 2

Singkat cerita akhirnya saya pun membeli sepatu Asics gel sonoma 2 di sebuah otlet olahraga kota Medan. Karena setelah saya coba fit-nya dan penampakkan outsolenya pun meyakinkan. Warnanya pun terkesan outdoor ala-ala army karena berwarna kecokelatan. Penampakan sepatu setelah intense pemakaian selama setahun lebih sedikit bisa dicek langsung pada gambar di post ya. Reviewnya mulai dari bagian bawah sepatu ke atas ya urutannya.

Di paling bagian bawah sepatu ada yang namanya outsole. Saya tidak punya banyak komentar di bagian ini karena sempurna menurut saya, top notch! Saya tidak punya kendala sama sekali terkait outsole ini karena memang nyaman. Selama pemakaian mulai dari trekking di lahan bergambut, tanah basah hingga yang kering tidak pernah sama sekali terasa licin atau terpeleset. Pokoknya sip deh.

Naik ke bagian midsole pun rasanya saya nyaman-nyaman saja dan tidak ada masalah. Adapun bahan dari midsole ini yaitu material speva, ada tulisannya di salah satu bagian midsolenya. Nah konon di salah satu bagian midsole bagian belakang, Asics menambahkan bantalan gel (makanya bernama gel sonoma) sebagai penambah unsur kenyamanan ketika berlari. Dan memang terasa nyaman ketika berlari di medan yang cukup terjal.

Naik lagi ke bagian atas tapi bagian dalam yaitu insole. Insole ini lokasinya persis yang kita injak oleh telapak kaki kita. Lagi-lagi saya merasa nyaman saja dan tidak merasa kesakitan ketika memakai sepatu ini. Namun ada masalah serius jika menurut saya pada bagian ini. Entah kenapa kaki saya beberapa kali merasa selip saat menggunakan sepatu ini. Ada kemungkinan sih bentuk telapak kaki saya tidak cocok sempurna untuk memakai sepatu ini. Bahkan seminggu lalu pun kaki saya masih terselip (tipaliteuk). Untungnya tidak sampai parah. Awalnya saya mengira bahwa cukup wajar karena sepatu dalam tahap break-in, namun saya salah karena belakangan pun kejadian kaki terselip masih terjadi walalu tidak sampai membuat cedera.

Selanjutnya bagian yang punya permukaan terluas di sepatu yaitu upper. Bisa saya bilang bahwasanya kualitas upper Asics gel sonoma ini cukup buruk. Parameternya tentu saja bisa dilihat pada gambar di atas. Walaupun baru satu tahun pemakaian, bagian kulit sintetisnya sudah mulai retak, bahkan di bagian ujung samping kanan toe sepatu sudah berlubang zzz. Kondisi sepatu lari saya lainnya, Adidas Climacool yang berharga tak sampai setenganya sepatu Asics ini saja masih kokoh dan tak ada lubang sama sekali bahkan umurnya dua tahun lebih tua dan masih dipakai hingga saat ini. Dugaan saya yaitu lubang memang diakibatkan oleh tekanan yang timbul terus menerus ketika berlari. Konyolnya saya kira awalnya lubang diakibatkan oleh gigitan tikus nakal hehe.  Masih di bagian upper, ada bagian sambungan upper dan midsole (lihat gambar 1 dan 4) yang sedikit menganga karena lem perekatnya sudah lepas. Juga di ujung toe sepatu padahal saya tidak pernah gunakan untuk menendang bola lho.

Secara umum sepatu ini cukup nyaman digunakan baik di lintasan aspal (pernah saya coba saat event 10k dan beberapa kali lari rutinan), paving block (sangat nyaman) bahkan lintasan trail yang memang peruntukannya disitu. Feel ketika dipakai di lintasan semi-trail atau bahkan trail memang cukup terasa karena memang pas traksi sepatu dengan lintasan. Hanya saja umurnya sepatu ini saya jamin tidak cukup panjang karena tidak didukung kualitas upper yang long lasting. Walhasil sepatu rusak karena dipakai lebih memuaskan rasanya dibandingkan rusak karena hanya ditaruh melulu di rak cantik.

 

4 thoughts on “Review sepatu trail run Asics gel sonoma 2”

  1. Wah payah dong baru 1th udah mulai rusak, saya juga punya hampir 2th baru 1 x buat hiking ke gn. gede selebihnya nangkring di rak sepatu atau sesekali dipake olahraga deket rumah dan ke kantor. Jadi sayang klo dipake sering2 krn harganya diatas 1jt. Yg sering saya pake kerja kekantor malah adidas galaxy trail krn harganya dibawah 1jt dan belum pernah ngerasain tanah.
    Nice info om

    1. Iya memang, kalo nyaman dipake tapi ngga long lasting apa gunanya. Sayang aja sih kualitas fabric nya ngga bagus tapi mahal harganya.. makasi sudah mai baca dan komen gan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s