Tulisan Bebas

Bekam, siapa takut?

Phelps pun berbekam (Sumber : Huffington post)

SAAT penyelenggaraan olimpiade di Rio tahun lalu, sempat viral pada media sosial pada beberapa atlet yang di bagian tubuhnya menampakkan lingkaran kemerahan. Belakangan diketahui merupakan bekas terapi bekam (cupping).

Bagi sebagain besar masyarakat kita pun, bekam bukan merupakan barang baru. Sudah sejak lama bekam sudah ada dan meramaikan dunia pengobatan tradisional (alternatif) di negara kita. Bekam yaitu metode pengobatan dengan mengeluarkan darah dari kulit yang divakumkan.

Jika merunut sejarah, pengobatan bekam ini bahkan sudah ada sejak zaman Babilonia alias di masa Sumeria berkembang. Ini berarti pengobatan bekam sudah dimulai sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu.

Dalam dunia Islam, berbekam malah merupakan bagian dari sunnah nabi dan sangat dianjurkan untuk pemeluknya. Diantara hadits yang berkaitan dengan bekam yaitu sebagai berikut:

Shahih Bukhari 5264: Jabir bin Abdullah radliallahu ‘anhuma pernah menjenguk Muqanna’ kemudian dia berkata; “Kamu tidak akan sembuh hingga berbekam, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya padanya terdapat obat.”

Shahih Bukhari 5267: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sekiranya ada sesuatu yang lebih baik untuk kalian pergunakan sebagai obat, maka itu ada terdapat pada minum madu, berbekam dan sengatan api panas (terapi dengan menempelkan besi panas di daerah yang luka) dan saya tidak menyukai kay (terapi dengan menempelkan besi panas pada daerah yang luka).”

Pengalaman berbekam

Saya sendiri malah sudah hampir setahun ini melakukan terapi bekam. Hampir setiap dua bulan sekali saya menyempatkan diri untuk berbekam di sebuah klinik di kota Medan. Alasan awalnya sih karena memang penasaran saja, eh selanjutnya malah seolah ketagihan.

Saya pribadi tidak punya riwayat penyakit yang berarti sehingga harus berbekam. Hanya saja memang tensi saya kerap tinggi mencapai 130/90 atau 140/90 dari normalnya 120/80. Untuk kolesterol pun sedikit di atas normal hehe. Selain itu, saya termasuk orang yang mudah terkena pilek jika badan sedang tidak enak.

Mengingat umur sudah menjelang kepala tiga, ya mau tak mau saya pun mulai memikirkan kesehatan saya supaya ke depannya tidak gampang sakit-sakitan. Hampir tiga tahun terakhir ini saya cukup rutin mengonsumsi perasan jeruk nipis yang di campur air hangat hampir setiap pagi atau malam harinya. Kadang jika sedang bosan pun, saya hanya minum madu yang dicampur air hangat atau dicampur perasan jeruk nipis.

Nah terakhir saya pun mencoba terapi bekam juga. Awalnya sebenarnya hanya ingin mencoba sekali atau dua kali saja, namun akhirnya keterusan sampai sekarang. Karena yang saya rasakan setelah bekam, badan terasa enteng dan segar. Mungkin efeknya seperti setelah pijat. Sebagian orang bilang sih itu hanya efek plasebo semata.

Perlahan memang terlihat sih hasilnya. Frekuensi terkena flu semakin berkurang serta durasi terkena flu pun berkurang. Sebelumnya kalo terkena flu, saya bisa sampai dua minggu lebih baru sembuh, sekarang hanya satu minggu sudah pulih. Tapi ya tentunya dibarengi istirahat banyak, minum madu tiap hari serta makan buah dan sayur.

Bekam menurut sisi medis

Kemanjuran bekam di sisi medis sampai saat ini masih menjadi kontroversi. Sebagian menganggap terapi bekam tidak menghasilkan efek apa-apa. Menurut saya hal ini karena memang belum banyak orang yang meneliti saja sih dan mempublikasikannya.

Berhubung penasaran, saya pun berselancar bebas untuk mencari informasi manfaat bekam di dunia medis. Memang belum terlalu banyak, namun sudah ada yang meneliti sampai tahap molekulernya. Beberapa penelitiannya saya rangkum pada penjelasan berikutnya.

  1. Penelitian yang meneliti dampak terapi bekam pada penderita hepatitis C dengan melihat efek pada jumlah darah (complete blood count), fungsi hati dan respon imun. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang melakukan terapi bekam menunjukkan peningkatan signifikan untuk enzim di liver (namanya ALT) serta menurunnya radikal bebas, peningkatan IL-1β (kurang tau persisnya ini apa) yang bermanfaat untuk memacu respon imun, serta penurunan replikasi virus pada darah pasien. Sumber sini.
  2. Penelitian di Cina yang menunjukkan terapi bekam potensial dalam menangani herpes zoster serta penyakit spesifik lainnya. Sumber : Cao H, Li X, Liu J (2012) An Updated Review of the Efficacy of Cupping Therapy. PLoS ONE 7(2): e31793. doi:10.1371/journal.pone.0031793
  3. Penelitian di Cina yang menggunakan akupunktur laser serta terapi bekam untuk mengurangi nyeri dan inflamasi lower back pain non spesifik. Sumber sini.
  4. Berbagai penelitian dalam negeri yang keseluruhannya menunjukkan bahwa terapi bekam efektif untuk menurunkan tekanan darah dan jumlah kolesterol jahat dalam darah.

Berani bekam?

Sebelum mencoba bekam, saya sejujurnya mengalami banyak kekuatiran. Kuatir jarum tidak higienis dan banyak alasan lainnya. Makanya sebelum memutuskan berbekam, saya mencari tau dahulu tempat bekam yang bersih dan higienis karena sering juga saya melihat klinik bekam pinggir jalan yang jauh dari kriteria higienis.

Beberapa tips berikut mudah-mudahan bisa membantu orang-orang yang akan mencoba terapi bekam supaya tidak mencari tempat yang sembarangan.

  1. Cari klinik yang terpercaya dan memiliki izin praktik. Kebetulan klinik langganan saya dimiliki oleh seorang dokter medis yang saat ini membuka juga klinik alternatif bekam. Alat-alat praktik terjamin kesterilannya dan kebersihannya. Bahkan, selain matras (bagian kepalanya berlubang) ada juga semacam kursi penyangga, jadi kita bisa berbekam sambil bermain gawai hehe.
  2. Pastikan terapisnya sudah terlatih dengan baik dan mengetahui seluk beluk bekam. Ketika berbekam sering saya ajak mengobrol sambil bertanya-tanya seputar bekam. Saya sekali pernah berbekam di tempat yang nampaknya terapisnya tidak terlalu tahu menahu soal bekam. Saya lebih suka dengan terapis yang standar kerjanya seperti perawat seperti menggunakan masker dan sarung tangan ketika praktik sehingga terjamin kebersihannya.
  3. Pilih waktu yang tepat untuk berbekam. Jika mengacu pada sunnah nabi, bekam sebaiknya dilakukan pada tanggal-tanggal 17, 19, 21 setiap bulan hijriah. Menurut ulama terdahulu, pada tanggal-tanggal tersebut sirkulasi darah paling cocok untuk dilakukan pembekaman. Hal ini sangat menarik dan perlu penelitian ilmiah lebih lanjut.

Yuk berbekam!

Advertisements

6 thoughts on “Bekam, siapa takut?

  1. Di sini ada terapi bekam mas, di rumah ustad kondang sih. Tapi saya takut soal kesterilannya, takut malah penyakit org malah pinda ke kita naudzubillah, kan bersentuhan langsung dengan darah kan ya

    1. Iya mba, memang harus pilih2, karena harus steril penggunaan alatnya. Baiknya memang harus dilihat sendiri atau ditanyakan langsung kepada therapisnya. Bahaya juga kankalo ngga steril

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s