Tags

Semenjak kepindahan kerja dari Perdagangan menuju Medan, otomatis seluruh barang-barang – termasuk buku – pun diboyong serta ke Medan. Bahkan nasibnya masih tersimpan rapih di dalam pak-pak kardus berwarna cokelat yang memang sudah saya siapkan sebelumnya.

Beberapa buku yang sedang on the way saya baca pun terpaksa saya simpan dahulu dengan dalih penataan ruang kamar kos saya yang cukup berantakan. Saya membayangkan jika puluhan buku tersebut keluar dari tempat penyimpanannya, yang ada buku tersebut akan tergoler di berbagai tempat. Beberapa buku tebal bahkan biasa saya gunakan sebagai ‘bantal’ jika sedang ingin berbaring di tikar rotan.

Namun nasib buku-buku yang saya sementara saya statuskan ‘gantung’ tersebut tidak lama akan berubah. Sekira tiga bulan lagi, tempat tinggal saya akan pindah agak ke pelosok sehingga tumpukan buku-buku tersebut akan kembali menghiasi meja dan rak-rak di dalam kamar. Bahkan sejak sekarang sudah akan saya siapkan list buku apa saja yang akan saya baca. Sejauh ini sebagai berikut:

  1. Geography of Bliss karangan Eric Weiner. Sejauh ini sudah hampir setengah buku saya lalap habis lebih dari setahun yang lalu. Namun akhirnya berhenti untuk sementara. Sebagian besar cerita malah sudah lupa, yang paling saya ingat adalah cerita hidangan khas Islandia, hakarl.
  2. Sirah Nabawiyah karangan Said Ramadhan Al Buthi. Buku ini merupakan kajian manhaj pergerakan Islam di masa Rasulullah. Buku ini belum ada 100 halaman saya baca.
  3. Sang Juragan Teh karangan Hella Haasee. Nah, jika buku ini sebenarnya masih in progress saya baca. Sudah hampir setengah buku saya habiskan sampai sejauh ini.
  4. Sejarah kecil (5 jilid) karangan Rosihan Anwar. Jadi kelima buku ini memang sama sekali belum saya sentuh untuk dibaca semenjak membelinya di pameran buku Jakarta sekira dua tahun yang lalu.
  5. Jakarta kota hantu karangan Alwi Shahab. Sama seperti nomor 4, buku ini belum sama sekali saya sentuh.
  6. Garis besar geomorfologi Indonesia karangan Verstappen (terjemahan). Ini pun sama nasibnya. Intinya niatnya dahulu beli dulu, masalah baca urusan belakangan.
  7. Tiga edisi majalah NGI dan NGT bulan Desember 2015, Januari serta Februari 2016. Masih terbungkus rapih malah dengan plastik pembungkusnya.
  8. Serta buku-buku lainnya yang tidak saya hafal judulnya karena malas membuka pak kardusnya.