Tags

, ,

Berikut ini saya akan paparkan tahapan untuk melakukan konversi koordinat data dari yang berkoordinat geografis ke UTM (projected) atau sebaliknya. Program yang digunakan yaitu ArcGIS. Program ini bisa didapatkan dengan cara membelinya – tentunya dengan harga yang tinggi – atau menggunakan trialnya yang bisa digunakan selama dua bulan.

Untuk contoh shapefile bisa diunduh pada tautan ini. Data tersebut merupakan shapefile bangunan di sekitar Ci Liwung dalam bentuk polyline. Adapun sistem koordinat data tersebut dalam UTM (zona 48 S). nah, langkah-langkah untuk mengubah data tersebut ke dalam koordinat geografis (decimal degree) sebagai berikut:

  1. Tampilkan layer bangunan dalam tampilan utama ArcGIS. Secara otomatis ArcGIS akan mendeteksi sistem koordinat data. Bahkan jika kita menambah data lainnya yang berkoordinat selain UTM, misalnya geografis, secara otomatis ArcGIS akan melakukan proses on the fly projection, sehingga kedua data tersebut dapat teroverlay dalam display yang sama. Hal ini jika kita lakukan pada program ArcView akan sedikit lebih rumit karena memerlukan perubahan setting pada view propertiesnya. Jika ingin melihat sistem koordinat data, bisa dilihat lewat double click layer bersangkutan kemudian lihat pada tab source.

    asdf

    Data yang bersistem koordinat UTM

  2. Rubah sistem koordinat pada data frame properties menjadi koordinat geografis. Caranya melalui klik view – data frame properties. Pada tab coordinate system pilih WGS1984 pada folder Geographic Coordinate System. Setelah terpilih, klik OK.

    asd

    Merubah sistem koordinat data frame properties

  3. Dengan demikian, status saat ini layer bangunan berkoordinat UTM yang ditampilkan pada data frame yang berkoordinat geografis. Nah mulai dari sini akan kita mulai proses simpel untuk konversi layer bangunan agar bersistem koordinat geografis. Caranya dengan mengklik kanan layer bangunan lalu sorot data – export data. Selanjutnya akan keluar kotak dialog.

    gis003

    Export data untuk konversi koordinat

  4. Pada kotak dialog ini merupakan bagian terpenting. Jika salah klik, bisa-bisa layer yang dihasilkan nantinya akan bersistem koordinat sama dengan layer bangunan aslinya. Pada kotak dialog jangan lupa untuk mengklik pilihan Use the same coordinate system as : the data frame supaya hasil luaran data nantinya memiliki sistem koordinat geografis. Jika kita memilih this layer’s source data, maka luaran datanya akan sama sistem koordinatnya dengan UTM. Jangan lupa untuk menaruh data output pada folder yang kita inginkan lalu klik OK.

    Kotak dialog

    Kotak dialog

  5. Voila! Sekarang data hasilnya sudah bersistem koordinat geografis.
    as

    Sistem koordinat data hasil export 

    Tahapan proses di atas bisa digunakan untuk proses sebaliknya seperti konversi sistem koordinat geografis ke UTM atau sistem koordinat lainnya seperti TM3. hanya saja pastikan pada tahap 4 untuk mengklik pada pilihan yang sesuai.