Tags

, , , ,

Denim : Fashion yang tak kunjung padam

Inilah tulisan pertama saya yang sedikit membahas fashion! Bukan pengamat, tetapi mungkin iya jika penikmat. Tidak banyak tahu tentang fashion sebenarnya, namun berhubung setiap hari menggunakan bawahan berbahan ini ya kita kupas sedikit saja ya. Bahan ini yaitu DENIM.

Setiap hari tidak sulit sekali kita menemukan orang yang menggunakan pakaian berbahan denim. Paling gampang ditemui orang-orang yang memakai bawahan atau pants. Mulai dari balita, batita, bocah ingusan, remaja alim, remaja ‘ababil’, ‘cabe-cabean’, ‘terong-terongan’, janda, duda, pria flamboyan, pria metroseksual, sampai aki-aki dan nini-nini semuanya lazim kita temui yang memakai bawahan berbahan denim atau jeans.

Banyaknya orang yang memakai jeans tak lepas dari kesannya yang bisa dipakai untuk suasana kasual sampai semi formal. Mungkin orang-orang terdahulu dari abad 19 tidak menyangka jika pakaian yang awalnya diperuntukkan untuk pekerja kasar pertambangan, saat ini sudah menjelma menjadi salah satu trend yang diikuti perkembangannya oleh banyak orang.

Let’s make it simple. Secara umum bahan jeans bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu washed denim dan dry denim. Masing-masing jenisnya memiliki karakteristik tersendiri dan saling membedakan. Keduanya pun memiliki penggemar fanatik (denimhead) yang memiliki cara unik dalam memakai jeansnya.

Washed denim

Jenis ini merupakan yang paling banyak beredar di pasaran saat ini. Mulai dari yang berwarna dasar biru, hitam, hingga biru muda. Penampakannya pun mulai dari yang normal-normal saja hingga yang compang-camping plus sobekan dan efek fading yang menyolok mata.

Mengapa tipe ini paling banyak beredar di pasaran? Tentu saja karena kemudahan untuk membelinya. Dari mal mewah hingga pinggir jalan sangat mudah kita menemukan tipe ini. bahkan saking mudahnya, banyak sekali barang ‘KW’ beredar di pasaran. Harganya pun bervariasi bergantung brand yang dijual, mulai dari seharga satu paket makanan Korea hingga yang berharga setara ponsel pintar.

Salah satu penciri dari jenis washed ini yaitu tingkat stiffness bahannya yang cenderung lemas atau lentur dan bisa dibilang tidak ada penyusutan (shrink) apabila direndam ke dalam air. Jikalau pun ada, tingkat penyusutan paling hanya 1%. Hal ini karena kebanyakan washed denim sudah melalui proses fisik dan kimia seperti pencucian dan sanforisasi yang akhirnya membuat sifatnya seperti tersebut di atas. Selain itu penciri lainnya biasanya (walau tidak seluruhnya) sisi sambungan bahan dilakukan obras atau kain yang terurai sehingga diperlukan jahitan obras.

Untuk tipe washed denim, banyak sekali produsen dari yang terkemuka hingga yang kelas ‘KW’ memproduksi tipe ini dengan berbagai gaya dan efek-efek tertentu seperti fading buatan. Produsen yang paling terkemuka tentu saja Levi’s, Lee, Lee Cooper, Diesel, Wrangler dan lain-lainnya. Untuk produsen lokal Lea, Tira, Used, Emba, Carvil, PSD, bisa dikedepankan sebagai pilihan pertama untuk membeli tipe ini.

Obras

Obras (Sumber : http://bit.ly/1MvNuly)

Dry denim

Berbeda dengan tipe washed, tipe dry denim (atau sering juga disebut raw denim) ini tidak melalui proses pencucian untuk pewarnaan. Dengan kata lain hanya dijahit dari bahan dan setelah jadi langsung siap pakai. Makanya bahan ini cenderung terasa kaku saat dipakai. Tingkat kepadatan bahan ini pun lebih hardcore dibanding tipe washed. Sebagian produsen denim bahkan berkelakar, “Dry denim bukan bahan yang bisa dipakai setiap orang”.

klp

Evolusi dry denim (Sumber : http://bit.ly/1KtLN4R)

Sebagian para denimhead alias denim afficianado sangat menyukai tipe yang satu ini. Salah satu alasannya yaitu faktor sejarah dimana mayoritas di awal abad 20 kebanyakan celana berbahan denim dibuat mentah-mentah (sebelum ditemukannya proses pencucian dan sanforisasi). Selain itu, hal unik lainnya dari tipe ini adalah efek pudarnya warna indigo denim yang berjalan seiring pemakaian dan aktifitas pemakainya. Untuk tingkatan denimhead yang hardcore biasanya mereka mencuci pertama kalinya setelah enam bulan pemakaian efektif!

Jika pada tipe washed umumnya sambungan tepi kain berupa jahitan obras, maka lain halnya dengan yang umumnya ada pada tipe dry. Pada tipe ini menggunakan tipe selvedge (self-edge) yang menjadikan tipe dry terlihat unik ketika pemakai memakainya dan selvedgenya terlihat pada cuffingnya.

Bahan dry denim biasanya memiliki bobot tertentu. Satuannya yaitu ounces – selanjutnya ditulis oz – (Satuan ons US bukan Belanda ya). Semakin besar bobotnya, maka semakin berat, kaku, dan padat bahannya. Bobotnya mulai dari 11oz, 12oz, 14oz, 15oz, 17oz, 19oz, 21oz, 23oz, 25oz, dan yang paling ekstrim 32oz!

Cara paling mudah membedakan tipe washed dan dry yaitu saat pembelian pertama. Cobalah untuk membuat berdiri celana denim Anda. Dijamin, untuk tipe dry bobot menengah, celananya bisa berdiri sendiri! Untuk tipe washed, karena lentur maka akan tumbang😉 . Cara lainnya yaitu, dry denim hampir dipastikan akan shrink jika terkena air dimana tingkat shrinkagenya bervariasi bergantung bahan semaksimalnya 10% dari ukuran awal.

asf (Sumber

Heavyweight denim (Sumber: http://bit.ly/1I500T1)

Karena nilai keunikan dari dry denim, produsennya tidak sebanyak seperti tipe washed. Beberapa produsen top untuk dry denim yaitu Iron Heart, The Flat Head, Pure Blue Japan, Samurai, Mommotaro, Edwin, 3sixteen, Lee, Levi’s, Nudie, Naked and Famous, Unbranded, dan lainnya. Bagaimana dengan Indonesia? Tentunya kita bisa berbangga karena beberapa produsen dry denim lokasl sudah mendunia dalam memasarkan produknya seperti Oldblueco, Esre, Sage, PMP, AyeDenim, Mischief, Akaime, IronClad, dan produsen lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Yang lebih unik, produk dari IronClad yang berbasis di Malang, sudah menghasilkan produk tenunan tangan (handwoven) dalam sebuah produk celana denim. This is awesome! Mereka bahkan sempat show pada gelaran SelvedgeRun terakhir di Berlin.

Pilihan di tangan Anda

Apapun tipe denim, kitalah yang menentukan. Utamakan kenyamanan dan kesopanan dalam berpakaian.

Bagaimana dengan saya? Kebetulan kedua tipe denim di atas saya miliki dan pakai untuk keseharian. Kalau Anda?