Tags

, ,

Ingat danau di Sumatera Utara, pasti semua orang akan menyebut Danau Toba. Apakah hanya Toba yang bisa dinikmati di Sumatera Utara? Tentu tidak. Provinsi Sumatera Utara sangat kaya akan keberadaan objek alami seperti danau yang masih bisa dinikmati oleh para pesintas dari yang berukuran jumbo hingga berukuran mungil. Salah satu yang berukuran mungil yaitu Danau Linting.

asd

Lokasi Danau Linting yang berada jauh di sebelah Selatan Kota Medan

Akses menuju Danau Linting sangat mudah dicapai. Jika menggunakan kendaraan pribadi, dari simpang Amplas ikuti saja jalan ke arah Patumbak. Tidak sampai 45 kilometer jarak Danau Linting dari simpang tersebut. Kondisi jalan baik tertutup aspal dari Amplas menuju lokasi. Beberapa lokasi yang agak rusak tidak sampai menyulitkan pengendara untuk melintasinya.

Perjalanan Dengan Suasana Mistis

Dalam perjalanan menuju Danau Linting akan tersaji berbagai pemandangan di kiri dan kanan jalan. Mulai dari permukiman dengan pekarangannya, ladang jagung, kebun cokelat, rerimbunan semak, serta kebun sawit. Rerimbunan vegetasi bahkan ada yang sampai menutupi jalan di beberapa tempat sehingga seolah-olah kita melewati terowongan alami.

Dikarenakan selama perjalanan menuju Danau Linting kita melewati wilayah kabupaten yang notabene aktivitasnya tidak seramai di kota maka siap-siap saja untuk menikmati suasana lengang nan penuh ketenangan bahkan mistis! Walaupun tidak sampai mengalami pengalaman yang benar-benar mistis, perjalanan menuju Danau Linting sungguh aneh rasanya. Saat kita (sebagai satu-satunya kendaraan yang lewat) melewati tempat yang penuh rerimbunan semak, kuburan, dengan cahaya temaram sensasi yang kita rasakan akan berbeda. Seperti ada sesuatu yang lain daripada biasanya. Namun disamping itu ketenangan nan kesyahduan akan membelai pikiran selama perjalanan.

Danau mungil tersebut bernama Danau Linting

Linting

Linting

Sampai di Danau Linting, perasaan mistis lainnya akan menyeruak. Kebetulan saat tiba, baru sedikit orang yang berkunjung. Saya melihat two loving birds sedang asyik masyuk bermesraan di pojok sana di bawah naungan rerimbunan teduhnya pohon di pinggir danau. Selain mereka baru beberapa kedai pedagang yang sedang mempersiapkan dagangannya, penjaga parkiran, serta saya dan seorang kawan.

Dari kejauhan danau ini terlihat berwarna hijau kebiruan. Air beningnya tenang tanpa riak besar. Refleksi benda terlihat dari berbagai sisi kita melihat. Sungguh cantik dengan suasana yang tenang. Justru karena suasana yang sangat tenang, suasana mistis seakan mengintai saya saat sedang menikmati suasana di sana.

Danau Linting memiliki luas kurang lebih (taksiran) dua hektar. Sekeliling danau dikelilingi pagar tembok. Dibagian dalam pagar, ada ayunan yang bisa digunakan pengunjung untuk merasakan sepoi angin di atas danau. Tak lupa para pedagang juga menggelar tikar atau kursi malas yang bisa digunakan pengunjung untuk sekedar ngaso-ngaso. Sebenarnya keberadaan tikar berikut tendanya yang ada di bagian dalam pagar saya memiliki pendapat tidak setuju. Untuk menjaga keasrian, seharusnya pedagang menggelar dagangannya di luar pagar pembatas. Namun ya entahlah…

Selain hanya menikmati suasana di sekitar danau, saat matahari mulai meninggi, terlihat beberapa pengunjung yang menceburkan dirinya di pinggiran danau untuk mandi. Oh ya, air di Danau Linting suhunya hangat dan mengandung belerang. Diluar harapan saya, terlihat ada mamak-mamak yang sedang mandi bersama anaknya. Mereka mencuci rambutya dengan shampo sambil menggosok gigi dengan odolnya. Ah, suasana seperti itu mengganggu ketenangan saja.