Tags

, ,

Kehadiran program-program baru di jagat program basis kode terbuka menjadi salah satu hal yang menarik bagi saya. Program komersial yang sudah pasti tidak bisa dijangkau oleh kebanyakan pengguna komputer pada umumnya malah semakin membuat konsorsium program yang berbasis kode terbuka semakin menjamur bak cendawan di musim hujan. Salah dua dari program berbasis sumber kode terbuka yaitu Postgresql dan Postgis. Postgresql merupakan program basis data yang bila dipadankan dengan program komersial, contohnya yaitu program Microsoft SQLServer, Oracle, Informix, atau DB2. Sedangkan Postgis, yaitu sebuah program untuk meng-enable-kan fungsi spasial agar bisa disimpan pada basis data berbasis SQL. Sangat menarik. Jika dahulu (sampai sekarang masih juga sih) saya pernah berurusan dengan program komersial basis data MSSQL dan ArcGIS untuk penyimpanan geodatabase, sekarang saya tertarik juga untuk mencoba program dari sumber kode terbuka. Programnya yaitu Postgresql, Postgis, serta Quantum GIS. Semuanya gratis didapatkan dari situsnya.😀 Walhasil jika dahulu saya sempat berkutat cukup lama ketika akan menyambungkan data MSSQL dengan ArcGIS, maka kasus yang sama saya dapatkan untuk mencoba menyambungkan program basis data Psql, Postgis, dan Qgis. Sebenarnya jika melihat dari tutorial langkah demi langkah yang bisa didapatkan dari Google, caranya sungguh simpel. Cukup diinstall seperti biasa untuk Psql diikuti Postgis sambil meng-enable-kan fungsi spasialnya. Rerata tutorial yang saya dapatkan hasilnya mulus sempurna.

 

Template Postgis bisa digunakan langsung untuk database baru yang kita inginkan untuk media penyimpanan geodatabase. Lain cerita bagi saya. Entah karena OS laptop yang saya gunakan berplatform 64bit, atau ada program lainnya yang tidak kompatibel, hasilnya berbeda! Saya tidak bisa meng-enable-kan fungsi spasial pada basis data yang saya buat! Sampai-sampai saya mengulang proses alias reinstall program tersebut yang hasilnya pun nihil. What the hell! Proses kegagalan ini sebenarnya sudah berlangsung lama dari tahun lalu dan masih menjadi rasa penasaran. Berkeliling dari blog ke blog, forum ke forum, masih belum menemukan jawabannya selama berbulan-bulan. Akhirnya saya memutuskan membuat thread di sebuah forum diskusi per-GIS-an dan membuat keluh kesah saya (ceileh!) akan masalah hidup koneksi Psql dan Postgis ini. Akhirnya gayung pun bersambut.

Alhamdulillah. Sempat beberapa kali saling diskusi dalam komentar thread yang saya buat, akhirnya si pemberi jawaban menangkap masalah saya dengan jeli. He’s sharp! Micky (sang pemberi jawaban) berkesimpulan bahwa Postgis saya sebenarnya sudah terinstall hanya belum diaktifkan ekstensionnya. Bah, benar-benar kasuistik kali lah ini! Masalahnya unik. Tanpa perlu berpikir panjang, langsung saja saya eksekusi perintahnya. Caranya sebagai berikut: 1. Buka Pgadmin dan buatlah database baru, misal namanya ‘db’ kemudian buka jendela SQL queries.

as

Cak kau buat database terus bukakan SQL queriesnya

2. Eksekusi query berikut ini untuk mengaktifkan ekstension Postgis.

CREATE EXTENSION “postgis”;
CREATE EXTENSION “postgis_topology”;
CREATE SCHEMA postgis;
ALTER DATABASE db SET search_path=“$user”, public, postgis,topology;
GRANT ALL ON SCHEMA postgis TO public;
ALTER EXTENSION postgis SET SCHEMA postgis;
fgd

Tampilan SQL queries window

Jangan lupa mengganti db dengan nama basis data yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah query diinput, segeralah mengeksekusi dengan mengklik F5 atau klik tanda hijau (execute query). Voila! Eureka! Basis data Anda sudah spatially enabled dan sudah bisa menyimpan data geografis baik bertipe vektor atau raster ke dalam geodatabase. Silakan input via Qgis (SPIT tools) atau Pgadmin (shp loader).