Tags

, , , , , , ,

Maraknya pengembangan aplikasi pemetaan dan SIG berbasis sumber terbuka saat ini, sepertinya membuat SIG tidak spesial saja hanya untuk orang-orang yang memiliki latar belakang keilmuan ilmu kebumian. Bidang pertanian, perkebunan, pertambangan, industri, teknologi informasi, kesehatan, perdagangan, ekonomi, arkeologi, dan lain sebagainya memiliki kecenderungan memakai perangkat lunak SIG untuk menunjang analisis di bidangnya masing-masing.

asd

Perangkat lunak SIG paling mainstream saat ini diproduksi oleh ESRI. Namun, dikarenakan harga lisensi yang cukup mahal, banyak dari pengguna yang akhirnya beralih ke perangkat SIG berbasis sumber terbuka. Bahkan kemampuan perangkat lunak berbasis terbuka ini sudah bisa menyaingi perangkat SIG yang diproduksi oleh komersial. Mulai dari aplikasi desktop, ketersambungan dengan database yang juga berbasis sumber terbuka, hingga aplikasi WebGIS! Tak ada alasan untuk orang yang bergelut di bidang SIG saat ini untuk tidak bisa menggunakan perangkat SIG untuk menunjang pekerjaannya. Beberapa perangkat lunak SIG sumber terbuka yang saya ketahui diantaranya yaitu:

1. Quantum GIS : Salah satu aplikasi desktop SIG yang banyak digunakan saat ini.

2. ILWIS : Perangkat pengolah penginderaan jauh yang dikembangan ITC.

3. Map Window : Aplikasi SIG berbasis desktop legkap dengan programmer toolsnya juga.

4. GRASS GIS : Salah satu perangkat mumpuni untuk mengolah data remote sensing.

5. gvsig

6. Postgresql : Untuk penyimpanan basis data, postgresql bisa menjadi pilihan. Menunya kurang lebih sama dengan yang ada di SQL Server.

7. Mapserver : Perangkat lunak gratis untuk pengembangan aplikasi SIG berbasis web.

Sebenarnya jumlah perangkat yang gratis alias berbasis open source masih banyak. Hanya pada umumnya pengguna saat ini menggunakan perangkat di atas. Tidak menutup kemungkinan ke depannya akan bermunculan perangkat lunak SIG yang baru sehingga pada akhirnya seluruh aplikasi SIG yang ada berbasis open source.