Tags

,

Akhirnya saya berkesempatan menonton salah satu superhero favorit masa kecil saya yang sudah entah berapa kali dibuat rilisnya dalam layar lebar. Dan ekspektasi saya terhadap film pahlawan super biasa saja karena namanya film fiksi, pasti yang akan muncul adalah adegan-adegan tidak masuk akal yang didukung efek animasi yang super keren.

Satu hal yang menjadi catatan saya yaitu entah kenapa saya merasa alur cerita yang ditampilkan ini berasa aneh. Saya sebenarnya kadung lekat dengan cerita khas Spiderman versi Tobey Maguire sebagai pemeran Peter Parker. Tidak hanya di film kedua ini sebenarnya, tetapi mulai di versi pertama si Andrew Garfield memerankan Peter Parker. Beberapa kawan yang menonton terlebih dahulu mengatakan bahwa filmnya bagus, antara cerita pahlawan super dan dibumbui kisah romantis, berjalan apik sehingga layak ditonton. Ya, saya tidak menafikan bahwa memang filmnya bagus. Namun ya itu tadi, saya masih ‘kurang bisa’ menerima alur cerita versi si Peter Parker Andrew Garfield karena kadung lekat dengan si Peter Tobey Maguire.

Saya amati filmnya, terdapat beberapa perbedaan atau mungkin kita sebut modifikasi tampilan sang pahlawan New York tersebut dibandingkan versi pertama. Yang ketara yaitu mata Spiderman yang lebih membelalak dibandingkan sebelumnya. Bahkan menurut saya lebih mirip dengan gambaran komik aslinya versi Stan Lee. Buat saya sih agak lucu kelihatannya karena saya lebih menyukai mata Spiderman yang lebih tajam sehingga terlihat lebih dingin dan tajam tatapannya. Itu dari segi tampilan. Jika dari cerita saya hanya lebih menyoroti cerita romantis sang pahlawan super dengan Gwen Stacy. Saya kecewa karena tidak ditampilkan Mary Jane hahaha. Ironisnya di akhir cerita malah Gwen Stacy pun tewas. Jadi sudah sosok Mary Jane tidak ditampilkan, ndilalah Gwen Stacy pun tewas. Lagi-lagi kembali ke masalah awal, saya lebih kadung menyukai alur cerita film versi Peter Parker Tobey Maguire. Jika menurut saya pribadi, mending porsi romantis si pahlawan super pada film tersebut dikurangi saja dan digantikan adegan pertarungan hancur lebur dengan efek animasi memukau saja.

Durasi film ini termasuk lama, yaitu sekitar 140 menit. Itupun dengan adegan akhir yang terpotong dan menggantung saat Spiderman melawan Rhino. Akan lebih keren sebenarnya jika si manusia laba-laba melawan tiga musuhnya sekaligus. pasti dapat dibayangkan efek kehancuran kota yang akan terjadi pasti lebih fenomenal dan porak poranda.