Catatan Perjalanan · Dibalik Lensa

Ngabur | #CeritaSurvey |

Kadang selama melakukan pekerjaan survey lapangan kita tidak ngeh bahwa kita berada di Indonesia, negeri yang kaya akan flora dan fauna. Hal ini saya rasakan saat melakukan survey (saat ini juga) di pedalaman Glenmore.

Ngabur, adalah kependekan dari Pengamatan Burung. Perbendaharaan kata ini saya dapatkan dari salah seorang rekan Biologi UI angkatan 2006 ketika melakukan survey area ke Cilember untuk persiapan team building sebuah kepanitiaan.

Tak dinyana, awalnya saya tidak percaya jika area yang saya survey merupakan habitat dari burung rangkok (atau rangkong). Sepengetahuan saya burung ini hanya terdapat di Indonesia bagian Timur dan Sumatera saja. Namun setelah melihat dengan mata kepala sendiri, akhirnya saya percaya bahwa di area yang yang saya survey terdapat burung tersebut.

Burung Rangkong dari kejauhan

Tanda termudah untuk mengenali keberadaan burung rangkok yang paling mudah yaitu suara kepakan sayapnya yang sangat khas. Kepakannya menghembus sehingga menghasilkan suara angin yang terdengar keras. Selain itu suara burung tersebut sangat khas, sekilas seperti orang terbahak-bahak. Burung ini memiliki ciri tubuh berwarna hitam dan memiliki paruh putih dan makanan utamanya yaitu biji-bijian.

#Glenmore08072012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s