Uncategorized

Perhitungan penanggalan jaman “bumi datar” berbeda dengan geosentris, dan heliosentris.

Dongeng Geologi

Perintah puasa yg kita ikuti ini dimulai abad ke 7 (Jaman Nabi Muhammad). Apakah anda membayangkan bahwa pada saat itu konsep yg dimengerti manusia adalah “flat earth” (bumi datar) dan bumi sebagai pusat tatasurya, planet-planet mengelilingi bumi sebagai pusatnya (geosentris).

😦 “Jangan-jangan dulu memang bumi itu kotak trus karena muter-muter akhirnya bunder, buleyt gitu ya Pakdhe ?”

😀 Hust bukan begitu, tetapi pemikiran dan persepsi manusianya yang berubah. Buminya sendiri ya sejak dulu ya gitu-gitu saja”

View original post 254 more words

Advertisements
Catatan Perjalanan · Dibalik Lensa

Bidik Membidik | #CeritaSurvey |

Manusia berkembang dari belajar. Belajar membuat kesalahan yang berulang hingga akhirnya kesalahan yang yang dibuat semakin minim.

Perjalanan survey terakhir ke Jawa Timur saya manfaatkan sekaligus untuk belajar membidik hewan dari balik kamera DSLR. Awalnya sempat berdiskusi dengan rekan kerja yang kebetulan ke lapangan bersama-sama. Dan kebetulannya beliau dari bagian lingkungan sehingga tugasnya di lapangan adalah membidik gambar-gambar flora dan fauna yang ada di area survey kami.

Cukup sulit pada awalnya buat saya untuk mengambil gambar-gambar fauna ataupun flora yang ada. Yang diperlukan adalah kesabaran dan jeli dalam memantau kondisi sekitar. Suatu waktu bisa kita kenali dari bergeraknya semak atau pohon. Bisa juga dari suara yang dikeluarkan oleh hewan tersebut. Setelah bisa mendeteksi, bagian sulit berikutnya adalah membidikkan kamera kepada objek yang akan diabadikan gambarnya. Pada bagian ini membutuhkan kelihaian si pembidik dalam mengambil gambar. Semakin sering pembidik mengambil gambar maka momentum pengambilan obyek pun akan semakin sempurna. Untuk pemula seperti saya amat sangat sulit karena belum terbiasa. Selain itu, faktor alat juga berpengaruh dalam mengambil gambar. Untuk membidik fauna, biasanya kita temukan pada jarak yang jauh dari posisi pengamat. Tentunya hal ini bisa diatasi dengan menggunakan perubahan spesifikasi lensa menjadi lensa tele sehingga obyek jauh bisa dilihat dengan mudahnya. Saya sendiri hanya memakai lensa bawaan yang tentunya tidak sebaik dengan menggunakan lensa tambahan untuk mengambil gambar.

Tupai
Dragonfly

#Glenmore11072012

Catatan Perjalanan · Dibalik Lensa

Ngabur | #CeritaSurvey |

Kadang selama melakukan pekerjaan survey lapangan kita tidak ngeh bahwa kita berada di Indonesia, negeri yang kaya akan flora dan fauna. Hal ini saya rasakan saat melakukan survey (saat ini juga) di pedalaman Glenmore.

Ngabur, adalah kependekan dari Pengamatan Burung. Perbendaharaan kata ini saya dapatkan dari salah seorang rekan Biologi UI angkatan 2006 ketika melakukan survey area ke Cilember untuk persiapan team building sebuah kepanitiaan.

Tak dinyana, awalnya saya tidak percaya jika area yang saya survey merupakan habitat dari burung rangkok (atau rangkong). Sepengetahuan saya burung ini hanya terdapat di Indonesia bagian Timur dan Sumatera saja. Namun setelah melihat dengan mata kepala sendiri, akhirnya saya percaya bahwa di area yang yang saya survey terdapat burung tersebut.

Burung Rangkong dari kejauhan

Tanda termudah untuk mengenali keberadaan burung rangkok yang paling mudah yaitu suara kepakan sayapnya yang sangat khas. Kepakannya menghembus sehingga menghasilkan suara angin yang terdengar keras. Selain itu suara burung tersebut sangat khas, sekilas seperti orang terbahak-bahak. Burung ini memiliki ciri tubuh berwarna hitam dan memiliki paruh putih dan makanan utamanya yaitu biji-bijian.

#Glenmore08072012

Catatan Perjalanan · Opini

Makan Siang | #CeritaSurvey |

Tempat nangkring makan siang

Mau tidak mau berkecimpung dalam bidang mapping pasti akan merasakan kerja lapangan. Kerja lapangan dilakukan untuk mengumpulkan data sebagai bahan untuk analisis lanjutan. Ndilalah bulan ini saya mendapat tugas dari kantor untuk melakukan survey area di Kabupaten Banyuwangi.

Tidak berbeda dengan survey lapangan yang pernah saya lakukan ketika kuliah, aktivitas tak lepas dari tracking dengan cara berjalan menggunakan kaki sendiri (so pasti). Pada intinya ya standar survey lah sesuai dengan kondisi di lapangan.

Namun, dalam melakukan survey lapangan salah satu kenikmatan yang bisa dirasakan yaitu berkesempatan menyantap makan siang. Makan siang di lapangan bukan sembarang makan siang karena ada suatu kenimatan tersendiri ketika merasakan setiap makanan yang masuk ke kerongkongan. Dan hal ini bukan suatu kebohongan publik karena saya yakin jika dilakukan survey untuk seluruh orang lapangan dan diwawancara bagaimana nikmatnya santap makan di rumah dan lapangan pasti rate nikmat menyantap makanan di lapangan akan jauh melampaui dibandingkan santap makan di rumah. Apalagi ditambah view yang aduhai enak dipandang maka tingkat kenikmatannya pasti akan berlipat-lipat. Foto di atas saya ambil ketika melakukan survey di pedalaman Glenmore.Gazebo kayu yang terlihat di atas merupakan tempat saya menyantap makan siang di lapangan. Dengan lauk seadanya ditambah nangkring di gazebo tengah hutan saat makanan masuk kerongkongan amat sangat nikmat rasanya tak terperikan.

Menu makan siang di tengah alas

#glenmore07072012