Tags

Kembang api

Kembang api

Akhirnya malam pergantian tahun telah lewat dan resmi mulai hari ini kita sudah hidup di masa tahun 2012. Sudah pasti banyak orang yang merayakannya dengan suka cita. Saya teringat dengan perayaan tahun baru pada tahun-tahun sebelumnya di Bogor, di mana pasti terjadi kemacetan yang tak terkira. Banyak orang yang menuju kawasan Puncak untuk sekedar menikmati hawa sejuk pegunungan. Akibatnya, Jalan Raya Tajur sebagai poros utama jalur menuju Puncak, selain Tol Jagorawi, walhasil tumpah ruah oleh berbagai kendaraan bermotor terutama yang beroda dua. Pernah sekali waktu saya akhirnya memutuskan untuk turun dari angkot dan berjalan kaki dari Biotrop sampai rumah karena jalan benar-benar ‘stuck in jam’, tersumbat sama sekali sehingga tidak ada yang bisa berjalan. Diantara sekian sebab itulah, selama ini saya memang tidak pernah mengagendakan acara khusus untuk tahun baru.

Tahun baru ini memang berbeda dengan sebelumnya. Yang pasti, ketika terjadi penggantian tahun tadi malam lokasi saya berbeda dengan lokasi yang saya tempati pada pergantian tahun pada tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya saya berada di sekitar lintang 6 dan bujur 106, maka saat ini saya berada di sekitar lintang 3 dan bujur 99. Hampir tidak ada bedanya perayaan tahun di mana pun. Suara terompet, petasan, dan kembang api seakan menjadi rukun tahun baru yang dilangsungkan di berbagai belahan dunia manapun.

Hampir sama dengan pergantian tahun-tahun sebelumnya, saya memang tidak punya agenda khusus untuk merayakan. Hanya berada di kamar mes dan bergumul dengan laptop yang terkoneksi dengan dunia maya. Tadinya saya sudah akan menyelesaikan beberapa pekerjaan di malam tahun baru dan sayangnya takdir berkata lain. Jam 8 malam, ternyata sudah tertidur lelap dan hanya sesekali bangun ketika jam 12 malam, saat terdengar petasan dan suara terompet, selebihnya melanjutkan tidur yang sungguh terasa nikmat.

Dunia ‘social media’ sudah pasti statusnya bertemakan tahun baru. Kita bisa membaca berbagai ungkapan, harapan, dan doa dari teman-teman kita yang rajin mengupdate statusnya baik di facebook, twitter, plurk, dan sederet lainnya. Ada juga yang statusnya menarik perhatian saya karena amat menggugah. Seorang kawan yang solih mengupdate statusnya yang kurang lebih berisi seperti ini, “Tidur terbangun akan bisingnya suara gegap gempita kembang api. Dahsyat. Mirip Gaza kala dibombardir Zionis saja”. Saya cukup tersentak karena sungguh mengingatkan akan kondisi saudara-saudara kita di Gaza. Jika kita merayakan tahun baru dengan suka ria di sini dan di kota besar dengan suara kembang api yang gegap gempita, maka mungkin bagi saudara kita di Gaza suara-suara tersebut adalah hal yang biasa di tiap-tiap malam mereka, bahkan mungkin bersuasana mencengkam. Sungguh, mudah-mudahan saya menjadi lebih bersyukur dengan kondisi yang saya alami sekarang dan tidak termasuk orang-orang yang mmeubazirkan hartanya untuk sesuatu yang tidak begitu perlu. Tahun baru bukan saja untuk perayaan baru, tetapi juga bagaimana kita membentuk mental yang lebih baru.

Sumber Gambar di sini

#bahlias01012012