Tags

, ,

Pulau Sumatra, memang penuh dengan pesona. Salah satu pulau terbesar di dunia ini merupakan pulau yang memiliki kekayaan perut bumi melimpah dengan sejuta suasana alami yang menyebar di penjuru pulau. Si Singa Mangaraja, pejuang gagah berani asal Sumatra Utara adalah salah satu ikon persona dari sosok putra bangsa yang akan dikenang oleh sejarah panjang bangsa ini. Jika berkunjung ke beberapa kota besar, maka tak jarang dijumpai nama jalan utama yang memakai nama pahlawan ini.

Salah satu pusat pertumbuhan di Sumatra yaitu Kota Medan. Kota yang penuh dengan sejarah ini ternyata jauh dari perkiraan penulis saat mampir berkunjung ke sana. Sesaat sebelum landing, pilot memberitahu melalui kokpit bahwa pesawat akan bersiap landing, “Preparing for landing”, Sayup terdengar suara sang pilot dari pengeras suara yang malah terdengar parau. Pesawat pun perlahan mulai menukik menuju landas pacu. Apa yang penulis lihat memang agak mengagetkan, saat melihat jendela dari kabin yang terlihat adalah rumah-rumah padat dengan warna genteng agak kemerahan. Tidak terlihat hamparan padang rumput seperti yang terlihat di Bandara Sukarno-Hatta atau hamparan tanah merah luas seperti yang terdapat di Bandara Raja Ali Haji di Pulau Bintan. Penulis tersadar, bahwa ternyata letak Bandara Polonia terdapat di dalam Kota Medan!

Walau tidak sebesar bandara di Cengkareng, Bandara Polonia merupakan salah satu hub pusat pertumbuhan yang ada di Sumatra. Untuk itu rencana pemerintah daerah setempat untuk  memindahkan bandara ke Kuala Namu, diharapakan menjadi semakin lebih optimal dalam menjalankan ‘fungsi’nya sebagai  pusat pertumbuhan. Tak sampai hitungan jam, cukup satu menit saja untuk langsung menuju pusat Kota Medan. Kota Medan memberlakukan sistem  sterilisasi angkutan umum di jantung kotanya sehingga yang kita jumpai hanyalah sepeda motor atau mobil yang berseliweran hilir mudik. Tak jarang pula angkutan becak yang lewat, mencuri kesempatan mencari penumpang dikala polantas lengah mengawasi.

Tak berbeda jauh dengan Kota Jakarta, Kota Medan juga kota yang sedang terkena stroke alias penyumbatan pembuluh darah. Nampaknya kecenderungan meningkatnya jumlah kendaraan yang tak sebanding dengan pertambahan jalan menjadi suatu ‘gaya hidup’ bagi kota-kota metropolitan di Indonesia. Pemandangan macet adalah hal yang lazim di Kota Medan. Jalan yang tidak terlalu lebar, ditambah banyaknya persimpangan menjadikan situasi jalan di Kota Medan tampak runyam. Apalagi ketika jam istirahat kantor atau jam pulang kerja, salah-salah kota yang terserang penyumbatan pembuluh darah ini malah menularkan serangan stroke betulan kepada penduduknya.

Pesona dibalik keruwetan#

Dibalik segala penyakit transportasi yang menderanya, Kota Medan tetap memiliki pesona tersendiri. Amatilah bangunan yang ada di Kota Medan, pasti akan dengan mudahnya ditemukan bangunan tua peninggalan arsitektur kolonial. Gedung PTPN, adalah bangunan tua yang penulis lihat di Kota Medan. Bangunannya menjulang dan lebar dengan jendela khas zaman dulu yang tinggi. Tiang bangunan selalu menjadi kekuatan utama penopang bangunan sekaligus menjadi daya tarik estetika bagi siapapun yang melihatnya. Luar biasa memang bangunan tua peninggalan Belanda, bangunannya kokoh tak tergerus dimakan zaman dan arus perubahan.

Selain bangunan peninggalan Belanda, ada pula bangunan tua khas arsitektur Tionghoa. Sama seperti banyaknya pendatang dari Jawa, etnis Tionghoa pun sama banyaknya. Ada sebuah bangunan tua (seingat penulis) di Jalan Ahmad Yani, terletak di sisi timur jalan, yang merupakan bangunan berarsitektur Tionghoa yang saat ini sudah ditempati oleh generasi ketiga keluarga tersebut. Menurut cerita, generasi pertama keluarga tersebut adalah salah satu pejuang yang turut menumpahkan segenap jiwa dan raganya untuk kemerdekaan RI. Bangunan tersebut sampai sekarang masih berdiri megah, bahkan terlihat mencolok karena memiliki warna bangunan yang berbeda dengan bangunan lain di sekitarnya.

Masih banyak sudut-sudut Kota Medan yang belum dijelajahi oleh penulis. Mungkin di kesempatan berikutnya datang kesempatan untuk melakukan kunjungan berikutnya, pesona Kota Tua Medan.

#bahlias 120611