Tags

,

Berikut merupakan tulisan singkat hasil dari kajian yang saya ikuti beberapa tarikan nafas yang lalu.

Untuk menjadi pribadi yang baik, pakailah pakaian takwa. Bukan berarti baju takwa dalam pengertian yang merujuk kepada kata benda (baju takwa yang dikenalkan oleh Sunan Kalijaga) tetapi merujuk pada suatu sikap takwa dalam arti yang sebenar-benarnya takwa seperti yang tercantum dalam QS Al-Imron ayat 102.

Adapun takwa dapat diartikan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Mengapa harus menjauhi larangan-Nya karena kita tentu tidak mau mendapatkan siksa-Nya. Dapat pula dikatakan takwa yaitu untuk mencegah siksa-Nya kepada kita dengan cara TAAT kepada-Nya.

Menurut Ibnu Abbas, salah seorang sahabat yang dalam ilmunya, mengatakan bahwa orang takwa adalah orang yang takut berbuat syirik. Adapun menurut seorang ulama Hasan AlBashri, beliau mengatakan bahwa takwa adalah takut kepada segala hal yang diharamkan oleh Allah dan melaksanakan segala perintah-Nya. Dari dua pengertian takwa di atas merupakan dua pengertian yang saling melengkapi dan memiliki persamaan. Intinya, taat pada perintah Allah.

Dalam sebuah hadits juga disebutkan bahwasanya dua hal yang dapat membawa seseorang pergi ke surga yaitu takwa dan akhlak yang baik. Takwa berkaitan dan ketaatan dan akhlak merupakan cerminan dari takwa. Dalam sirah sahabat, pernah diceritakan bahwasanya Umar ra benar-benar terlupa untuk melaksanakan sholat karena mengurus sebuah kebun kurma miliknya. Mengetahui bahwa beliau telah khilaf karena meninggalkan sholat, maka segera mungkin beliau menyedekahkan seluruh kebun kurma miliknya yang sebelumnya pernah melupakan beliau untuk mendirikan sholat. Kisah tersebut merupakan salah satu contoh sikap takwa yang patut kita contoh. Berapa banyak dari kita yang pernah mengundur-undur waktu shalat karena kita menonton televisi atau mencuci motor? Apakah kita siap untuk menyedekahkan motor atau televisi milik kita karena pernah terkhilafkan mengundur waktu sholat?

Wallahu alam