Tags

, , , ,

Alam, sebagai karunia Tuhan untuk manusia tersaji begitu saja di bumi ini. Manusia sebagai salah satu bagian kecil dari makhluk hidup buatan-Nya yang berakal, hidup, tinggal, dan memiliki keturunan sejak Adam diturunkan hingga sekarang. Manusia yang jumlahnya terus meledak dari waktu ke waktu semakin merambah bumi untuk dijadikan tempat tinggal. Namun, isu global yang saat ini terjadi adalah isu lingkungan dimana manusia tinggal yang semakin rusak yang justru disebabkan oleh kelakuan manusia itu sendiri.

Pertumbuhan ekonomi yang terjadi di sebagian negara yang ada di dunia, ternyata menyimpan sisi gelapnya. Asap-asap industri yang keluar sebagai hasil dari cara untuk memacu industrinya turut mengotorkan alam ini. Hujan asam, pemanasan global, dan sederet masalah lingkungan lainnya pun muncul sebagai akibat dari kelakuan umat manusia sebagai penghuni alam ini.

Dari segelintir manusia yang ada di bumi ini, ternyata masih banyak pula yang peduli pada alam ini. Tak terhitung jumlah kelompok pecinta alam yang ada di dunia yang turut menyuarakan kegelisahannya terhadap rusaknya alam ini. Sebagian dari mereka ada yang mengaplikasikan rasa cinta alamnya dengan cara naik-turun gunung, susur pantai, jelajah gua hanya untuk sekedar menikmati alam dan menumbuhkan rasa nasionalisme diantara mereka. Ada pula yang melakukannya sambil mencorat-coret bahwa mereka sudah pernah mengunjunginya. Ada pula yang sama sekali tidak pernah berkecimpung dengan alam, tetapi justru sebenarnya ia-lah pecinta alam.

Terkadang kita terjebak pada makna pecinta alam yang dalam mindset kita, mereka harus bisa naik-turun gunung, susur pantai, dan menerobos gua. Padahal mencintai alam bukan sekedar melakukan tanpa makna. Mencintai alam harus diniatkan dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan perbuatan nyata. Seorang pecinta alam tidak hanya naik-turun gunung kemudian bersyukur dan lanjut pulang tanpa makna ke lingkungannya. Seorang pecinta alam harus memaknai kembali apa yang dilihat di alam dan apa yang bisa ia perbuat di lingkungannya. Contoh simpel yang dapat dilakukan oleh kita sehingga kita pun pantas mendapat predikat pecinta alam dapat kita temui sehari-hari. Membuang sampah pada tempatnya, hemat menggunakan kertas, hemat menggunakan air dan listrik, membawa kantung belanja sendiri dari rumah, tidak meludah sembarangan, dan sederet aktifitas yang mampu menjaga eksistensi alam ini dari kerusakan, adalah hal yang mampu dan pasti kita dapat lakukan.

Yang pasti, untuk memulai kegiatan supaya kita menjadi pecinta alam adalah, lakukan dari diri kita sendiri baru contohkan kepada orang lain. Save the earth to save us (dikutip dari sebuah tema kaus yang dibuat oleh sorang teman).